Senin, 07 Februari 2011

Penyakit yang Bisa Disembuhkan Sendiri oleh Tubuh

img
foto: Thinkstock
Jakarta, Tidak semua penyakit butuh obat, sebab tubuh punya mekanisme alami untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Agar tidak terjebak dalam konsumsi obat yang berlebihan dan tidak rasional, kenali penyakit-penyakit yang bisa sembuh sendiri.

Hampir semua jenis penyakit yang sifatnya akut (berlangsung singkat, tidak menahun) merupakan self limiting disease artau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Beberapa di antaranya dipicu oleh gangguan pada mekanisme alami tubuh manusia, namun sebagain besar disebabkan oleh virus.

Berbeda dengan infeksi bakteri, infeksi virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Dikutip dari chestofbooks, Senin (7/1/2011), infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh akan membentuk perlawanan untuk membunuh dan menyingkirkan virus-virus tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang termasuk self limiting disease dan tidak membutuhkan obat khusus selain untuk mengatasi gejala yang menyertainya.

1. Cacar airPenyakit yang lebih sering menyerang anak kecil ini dipicu oleh infeksi virus varicella-zoster. Gejala cacar air atau chickenpox antara lain gatal-gatal, bentol kemerahan di sekujur tubuh dan disertai demam tinggi.

Meski pada anak sehat bisa sembuh dengan sendirinya, cacar air bisa juga menyebabkan komplikasi yang mematikan. Diperkirakan dalam setahun ada sekitar 100 orang tewas dan lebih dari 14.000 orang masuk rumah sakit karena komplikasi cacar yang meliputi asma, pneumonia serta dehidrasi akibat mual-muntah dan diare.

Meski tetap diberi antivirus, pengobatan untuk penyakit ini lebih banyak ditujukan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi penyerta. Misalnya penurun panas untuk mengatasi demam, kalamin untuk mengurangi gatal dan antiseptik untuk mandi atau membersihkan tubuh.

2. Flu dan pilekCommon cold atau pilek ditularkan oleh virus influenza, bukan oleh bakteri seperti yang diduga oleh sebagian orang. Oleh karena itu, antibiotik tidak perlu diberikan apabila tidak disertai radang maupun demam yang mengindikasikan adanya infeksi penyerta oleh bakteri.

Pemberian antibiotik sering tidak ada gunanya, karena pengobatan yang lebih dibutuhkan pada flu dan pilek adalah obat-obat simptomatik atau pengurang gejala. Misalnya dekongestan untuk melegakan tenggorokan, antialergi untuk bersin-bersin dan pereda batuk jika diperlukan.

Suplemen multivitamin juga penting untuk diberikan dalam kondisi seperti ini, karena bisa meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Secara alami, sistem imun yang sehat dengan sendirinya akan membentuk perlawanan terhadap virus flu.

3. Batuk yang tidak disertai radangBatuk merupakan mekanisme alami dalam tubuh untuk menyingkirkan benda asing dari saluran pernapasan. Tanpa harus diobati, umumnya batuk akan berhenti ketika rangsangan benda asing itu sudah hilang.

Batuk baru butuh antitusif atau pereda batuk jika sangat mengganggu aktivitas dan memicu radang karena tidak sembuh-sembuh.

Jenis batuk produktif yang disertai dahak bahkan tidak boleh dihentikan, namun perlu diberi ekspektoran atau pengencer dahak agar pengeluaran lendir-lendir tersebut bisa berlangsung lebih lancar.

4. Diare nonspesifikDiare dibagi menjadi 2 jenis yakni diare spesifik dan diare nonspesifik. Diare spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri, sementara diare nonspesifik merupakan mekanisme alami untuk mengeluarkan benda asing yang dianggap berbahaya oleh saluran pencernaan.

Diare spesifik ditandai dengan demam dan didiagnosis berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Obat yang perlu diberikan untuk jenis diare yang satu ini adalah antibiotik, dengan jenis dan kekuatan yang disesuaikan dengan jenis bakteri dalam hasil pemeriksaan.

Sementara diare nonspesifik yang terjadi antara lain setelah makan cabai terlalu banyak, tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya. Selama dirasa belum terlalu mengganggu aktivitas, kondisi ini cukup diatasi dengan oralit untuk mengantisipasi dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

5. Alergi gatal-gatalMeski beberapa jenis obat antihistamin atau antialergi bisa dibeli dengan bebas, bukan berarti obat ini harus digunakan setiap kali mengalami gatal-gatal karena alergi. Reaksi alergi hanya terjadi jika ada faktor pemicu, sehingga langkah paling tepat adalah menghindari hal-hal yang memicunya.

Obat antihistamin sebaiknya hanya dikonsumsi jika faktor pemicu alergi memang tidak terhindarkan, misalnya cuaca dingin. Jenis-jenis makanan tertentu jika masih bisa dihindari maka lebih baik dihindari saja daripada harus minum obat.

6. Jerawat bintik putihBanyak yang menawarkan obat-obatan untuk menghilangkan jerawat atau Acne vulgaris di wajah. Padahal selama tidak disertai infeksi, jerawat biasa yang sering memiliki bintik putih di dalamnya akan hilang jika kebersihan dan kadar minyak di permukaan kulit selalu terkendali.

Sebagian besar jerawat bisa disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak oleh kotoran maupun bekas make-up yang tidak dibersihkan. Fungsi minyak sendiri adalah menjaga kelembaban kulit agar tidak kering dan pecah-pecah.

7. Molluscum ContagiosumPenyakit kulit yang dicirikan dengan benjolan-benjolan (papulla) bening dan berair ini disebabkan oleh infeksi virus dan lebih banyak menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Karena ditemukan juga di sekitar alat kelamin dan bisa menular lewat kontak langsung, penyakit ini sering dikira penyakit menular seksual.

Meski tidak berbahaya, benjolan-benjolan itu bisa pecah bila tergores atau digaruk sehingga membuka pintu untuk terjadinya infeksi pada bekas luka. Namun bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, penyakit kulit ini bisa sembuh sendiri dalam waktu 6-12 bulan.

8. ChikungunyaPenyakit ini disebabkan oleh jenis virus bernama Alphavirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya antara lain demam tinggi sampai menggigil yang disertai rasa ngilu yang menusuk hingga ke otot dan tulang sehingga disebut juga flu tulang.

Meski gejalanya sangat parah, virus yang menyebabkan penyakit ini tidak dibasmi sehingga obat yang diberikan hanya untuk mengatasi gejala seperti diberi penurun panas untuk mengatasi demamnya. Untungnya, gejala ini hanya berlangsung antara 5-10 hari dan akan sembuh dengan sendirinya.

9. Hand, foot and mouth disease (HFMD)Penyakit tangan, kaki dan mulut disebabkan oleh infeksi berbagai jenis virus dari keluarga Picornaviridae terutama Enterovirus 71 (EV-71). Virus ini lebih banyak menyerang bayi dan anak-anak terutama pada musim panas.

Gejala yang menyertai penyakit ini adalah demam dan ruam seperti herpes di sekitar tangan, kaki dan mulut. Umumnya gejala-gejala tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari dan tidak meninggalkan bekas apapun.

10. Kikuchi-Fujimoto diseaseSesuai namanya, penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) ini ditemukan oleh Dr Masahiro Kikuchi dan Y Fujimoto pada tahun 1972. Gejalanya adalah demam yang disertai pembengkakan di leher akibat adanya pelebaran pada pembuluh limpa.

Penyakit langka yang lebih banyak ditemukan di wilayah Asia ini sering menyerang kaum mudah khususnya wanita pada rentang usia 20-30 tahun. Obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi demam sementara untuk infeksinya belum ada obatnya, namun akan sembuh dengan sendirinya.

Penyebab dan Gejala Kanker Paru-paru

img
(Foto: thinkstock)
Deskripsi
Kanker paru-paru, seperti semua kanker, merupakan hasil dari suatu kelainan sel, unit paling dasar dari kehidupan. Biasanya, tubuh mempertahankan sistem checks and balances pada pertumbuhan sel, sehingga sel membelah untuk menghasilkan sel-sel baru yang diperlukan. Gangguan terhadap sistem keseimbangan pertumbuhan sel tidak terkendali dan akhirnya membentuk suatu massa yang dikenal sebagai tumor.

Tumor dapat menjadi jinak atau ganas, dan tumor ganas inilah yang disebut kanker. Tumor jinak biasanya dapat dihilangkan dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Tumor ganas, di sisi lain, tumbuh secara agresif dan menyerang jaringan-jaringan tubuh lain, sehingga sel-sel tumor masuk ke dalam aliran darah atau sistem limfatik dan kemudian ke bagian dalam tubuh. Proses penyebaran ini disebut metastasis.

Karena kanker paru-paru cenderung menyebar atau bermetastasis, maka sangat mengancam jiwa. Kanker paru-paru dapat menyebar ke setiap organ di dalam tubuh, terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang. Kanker ini juga salah satu jenis kanker yang paling sulit untuk diobati. Paru-paru juga organ yang paling sering terkena oleh tumor di bagian tubuh lain.

Penyebab

Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok baik karena perokok aktif atau perokok pasif. Sedangkan penyebab lainnya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok.

Gejala

Kanker tidak menunjukkan gejala apapun yang terlihat dari luar jika pertumbuhan sel belum parah. Sebanyak 25% dari penderita kanker paru-paru, diketahui gejalanya setelah mereka rutin melakukan sinar X di dada atau CT scan. Jika terbukti ada kanker paru maka akan tampak bulatan keci seperti koin.

Gejala yang berhubungan dengan kanker jenis ini antara lain gangguan pernapasan yang menyebabkan gejala seperti batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan batuk darah (Hemoptisis).

Jika kanker telah menyerang saraf, misalnya, dapat menimbulkan nyeri bahu yang bergerak di bagian luar lengan (disebut Pancoast sindrome) atau kelumpuhan pita suara menyebabkan suara serak. Invasi kerongkongan dapat menyebabkan kesulitan menelan (disfagia). Jika napas terhambat, menyebabkan infeksi (abses, radang paru-paru) di daerah yang terhambat.

Gejala yang terkait dengan metastasis: Kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang dapat memproduksi rasa sakit luar biasa di tulang. Sedangkan kanker yang telah menyebar ke otak dapat menyebabkan sejumlah gejala neurologis seperti penglihatan kabur, sakit kepala, kejang, atau gejala stroke seperti kelemahan atau hilangnya sensasi di bagian tubuh.

Pengobatan

Pengobatan untuk kanker paru-paru dapat melibatkan operasi pengangkatan kanker, kemoterapi, atau terapi radiasi, seperti halnya kombinasi dari perawatan ini. Keputusan tentang perawatan yang akan layak untuk individu tertentu harus memperhitungkan lokalisasi dan luasnya tumor serta status kesehatan pasien secara keseluruhan.

Seperti kanker lainnya, mungkin akan ditentukan terapi pencabutan atau kanker atau paliatif (tindakan yang tidak dapat mengobati kanker tetapi dapat mengurangi rasa sakit dan penderitaan pasien.

Jangan Sembarangan Ngeden

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ngeden atau mengejan (memaksa) sering dilakukan orang bila sedang buang air besar (BAB). Tapi sebaiknya jangan sembarangan mengejan karena bisa menyebabkan beberapa bahaya kesehatan. Apa saja?

Sering mengeden atau mengejan terlalu keras bisa memberikan tekanan berlebih pada perut sehingga bisa menyebabkan turunnya beberapa organ yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan bahkan bahaya untuk kesehatan.

Beberapa akibat yang terjadi bila Anda terlalu sering mengeden atau mengejan terlalu keras, seperti dilansir About.com dan Livestrong, Selasa (8/2/1/2011), yaitu:

1. Wasir (ambeien)
Wasir (ambeien atau haemorrhoid atau pile) adalah lapisan selaput lendir di daerah lubang pelepasan (anus) yang menjadi lemah dan kendur (inelastic) yang umumnya terjadi karena buang air besar yang tak teratur dan sering mengejan.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini biasanya dokter akan menyarankan agar teratur buang air besar (BAB) dan banyak makan makanan berserat.

2. Hernia (turun berok)
Hernia atau turun berok terjadi ketika otot di selangkangan melemah sehingga dapat menyebabkan usus menonjol di pangkal paha. Tanda awal biasanya terlihat tonjolan di daerah selangkangan. Hal ini bisa terjadi pada saat lahir atau berkembang seiiring waktu.

Hernia paling sering disebabkan karena melemahnya otot, tapi hal tersebut juga bisa dipicu oleh sebab-sebab lain seperti sering atau berulang kali mengejan pada saat buang air besar.

3. Rahim turun
Proses persalinan atau melahirkan yang sulit bisa membuat otot-otot sekitar rahim melemah. Atau seiring dengan menurunnya hormon estrogen secara alami, maka rahim bisa turun ke dalam saluran vagina yang dikenal dengan istilah rahim turun.

Rahim turun (prolapsed uterus) paling sering disebabkan oleh proses persalinan yang berulang kali, melemahnya otot panggul, usia, kelebihan berat badan, sering mengangkat beban berat, serta adanya peningkatakn tekanan dalam perut seperti batuk kronis dan terlalu mengejan akibat sembelit saat buang air besar.

3. Rektum turun (usus besar turun)
Rektum merupakan ujung dari usus besar dekat anus. Bila terjadi peningkatan tekanan di perut, maka rektum bisa turun ke anus yang disebut dengan rektum turun atau prolaps rektum. Hal ini biasanya sering terjadi setelah buang air besar ketika orang terlalu keras mengejan.

Kondisi ini sering dirawat di rumah tanpa perlu segera dioperasi, tetapi ada bahaya yang terkait dengan prolaps rektum, seperti inkontinensia tinja (ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar), solitary rectal ulcer syndrome (borok atau luka menumpuk di sekitar dubur) dan kekurangan gizi.

Tips Menghindari Ngeden

Untuk menghindari ngeden atau mengejan maka usahakan BAB lancar karena BAB membantu menghilangkan sisa makanan yang tercerna dan bahan limbah dari tubuh.

BAB yang sehat biasanya rutin setiap hari atau 2 hari sekali. BAB yang sehat itu harus mudah dilakukan, tanpa mengejan dengan keras atau rasa sakit dan tinja tidak boleh mengandung darah.

BAB yang tidak lancar disebabkan karena cairan dalam tubuh kering. Akibatnya kemampuan usus besar untuk berkontraksi menjadi lemah.

Solusi yang sederhana agar BAB lancar di pagi hari adalah banyak minum air di siang hari. Kemudian minum segelas air hangat di pagi hari. Minuman herbal lidah buaya di pagi hari juga bisa memperlancar BAB.

Selain karena tubuh kurang air, BAB yang tidak lancar juga disebabkan tubuh kekurangan serat. Praktisi kesehatan menyarankan agar pada siang hari orang lebih banyak makan makanan berserat dan minum air sehingga pagi harinya metabolisme tubuh bisa lancar.

Tinggal Dekat dengan SPBU Bisa Kena Kanker



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Jika berencana membeli rumah di tepi jalan raya, pertimbangkan jaraknya dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terdekat. Menurut penelitian, risiko kanker bisa meningkat pada penghuni rumah dalam jarak kurang dari 91 meter dari SPBU.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Murcia di Spanyol tersebut mengungkap jarak minimal antara rumah tinggal dengan SPBU adalah 50 yard atau sekitar 45,72 meter. Kurang dari jarak tersebut, tingkat pencemaran udaranya bisa membahayakan kesehatan.

Bahkan untuk beberapa jenis fasilitas publik yang mensyaratkan lingkungan bebas polusi, jarak ideal yang dianjurkan adalah 2 kali lipatnya yakni 100 yard atau sekitar 91,44 meter. Fasilitas yang dimaksud meliputi rumah sakit, sekolah dan rumah tinggal bagi lanjut usia (lansia).

Pada jarak tersebut, tingkat pencemaran udara oleh uap benzen yang berasal dari bahan bakar dianggap sudah aman bagi manusia. Uap benzen merupakan komponen bahan bakar minyak yang mudah menguap, yang merupakan salah satu karsinogen atau pemicu kanker ketika terhirup oleh pernapasan.

"Di lingkungan urban di mana tingat polusi udara paling banyak disebabkan oleh lalu lintas, kontaminasi polutan di area sekitar SPBU teramati paling tinggi dibandingkan rata-rata," ungkap salah satu peneliti, Marta Doval seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (8/1/2011).

Menurut para peneliti, kontaminasi uap benzen terjadi akibat menguapnya abhan bakar selama proses bongkar muat tangki bahan bakar. Selain itu, aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan bermotor dan kebocoran tangki juga menyebabkan uap benzen menyebar.

Selain dipengaruhi oleh jarak, tingkat polusi di sekitar SPBU juga dipengaruhi oleh faktor lain. Di antaranya banyaknya kendaraan yang melakukan aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU tersebut, struktur bangunan SPBU dan juga cuaca.

Rumah Sakit Bermutu Bisa Dilihat dari UGD

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Banyak faktor untuk menilai seberapa bagus rumah sakit dalam menangani pasiennya. Kemampuan Unit Gawat Darurat (UGD) adalah salah satunya, karena dari sini biasanya pasien mendapat pertolongan pertama sebelum dirawat.

"UGD (Unit Gawat Darurat) yang tanggap, akurat dan cepat menghindarkan salah diagnosis sehingga pasien tidak meninggal dalam waktu 24 jam setelah masuk rumah sakit," jelas Prof Hasbullah Thabrany, Guru Besar FKM UI saat dihubungi detikHealth, Senin (7/2/2011).

Pasien yang masuk UGD ini mempunyai penyakit beragam mulai dari pencernaan, jantung hingga kecelakaan yang perlu penanganan cepat. Maka itu di UGD dituntut memiliki kemampuan dokter yang bisa mendiagnosa tepat dalam waktu cepat.

Karena yang tinggi seperti itu, maka dokter yang berjaga di instalasi gawat darurat harus memiliki kemampuan yang baik. Dokter tersebut harus bisa membuat rujukan yang efektif kemana pasien akan dirujuk setelah itu.

Selain UGD menurut Prof Thabrany, yang bisa dijadikan alat ukur kualitas rumah sakit adalah:
  1. Jumlah pasien yang meninggal setelah 48 jam dirawat di rumah sakit.
  2. Jumlah pasien yang dirawat di ruangan atau klinik
  3. Waktu kesembuhan penyakit tertentu, seperti tipes dan demam berdarah yang tidak melalui UGD.
  4. Jumlah pasien yang kembali ke rumah sakit dalam waktu 2 minggu dengan keluhan penyakit yang sama
  5. Jumlah pasien yang mengalami infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang terjadi pada pasien selama di rumah sakit.

"Jadi memang ada banyak indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas rumah sakit," jelas Prof Thabrany.

Karena banyaknya indikator kualitas ini, lanjut Prof Thabrany, maka seharusnya pemerintah secara berkala menetapkan ranking indikator rumah sakit.

"Kalau kayak bank itu kan ada peringkatnya masing-masing. Sayangnya, di Indonesia belum ada rangking kualitas untuk rumah sakit. Diukur dan dipantau saja belum, adanya cuma akreditasi yang baru 30 persen dan hanya penyerahkan kertas-kertas," ungkap Prof Thabrany yang pernah menjabat sebagai Dekan FKM UI.

Prof Thabrany sangat menyayangkan hingga kini belum adanya ranking indikator kualitas rumah sakit tersebut. Menurutnya, rumah sakit merupakan tempat pasien mempercayakan kesehatan dan kesembuhan, sehingga perlu adanya ranking kualitas, layaknya Bank.

Belum adanya ranking indikator kualitas rumah sakit, diakui Prof Thabrany menyulitkan masyarakat awam untuk menilai secara mudah rumah sakit mana yang memiliki kualitas yang baik.

"Dan yang perlu diperhatikan, masyarakat jangan hanya menilai kualitas rumah sakit dari gedung atau peralatan canggih yang diiklankan sebuah rumah sakit. Masyarakat jangan mau tertipu. Justru rumah sakit yang mengiklankan seperti itu adalah rumah sakit yang jelek karena berusaha menutupi kualitasnya dengan iklan alat-alat canggih," jelas Prof Thabrany.

Minggu, 06 Februari 2011

Yang Perlu Dilakukan Usai Cabut Gigi

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sebagain besar orang menganggap cabut gigi sebagai peristiwa horor karena rasa nyeri dan pencabutan yang bikin merinding. Agar cabut gigi tidak jadi mimpi buruk, lakukan hal-hal berikut usai Anda cabut gigi.

Cabut gigi harus dilakukan seksama oleh dokter gigi atau dokter bedah mulut karena operasi kecil ini berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Maka itu dokter biasanya tidak mau mencabut gigi pasien jika seseorang memiliki infeksi. Dokter akan memberikan antibiotik terlebih dahulu untuk membantu menyembuhkan infeksi.

Sebelum mencabut gigi, dokter akan memberikan anestesi (bius) lokal di daerah gigi yang akan dicabut untuk mematikan rasa. Anestesi ini akan mencegah nyeri di seluruh tubuh, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu agar tidak bereaksi dengan obat anestesi.

Setelah gigi dicabut pasien biasanya mengalami perdarahan dan pembengkakan sekitar 24-48 jam pertama setelah pencabutan gigi. Namun kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa pengobatan yang sederhana.

Beberapa cara sederhana bisa dilakukan usai cabut gigi untuk bisa membantu mengontrol dan mengobati pembengkakan yang timbul. Jika bengkak dan nyeri tidak berkurang atau memburuk setelah lebih dari dua hari sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Cara mudah mengatasi bengkak setelah cabut gigi seperti dikutip dari Livestrong, Senin (7/2/2011) yaitu:

1. Tempatkan kasa lembab di atas luka untuk mengendalikan perdarahan setelah gigi dicabut, ganti kasa setiap 30 menit sekali atau sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan dokter.

2. Letakkan kantong es disisi luar wajah dari tempat gigi yang dicabut. Biarkan kantong es selama 10-20 menit lalu angkat dan biarkan selama 10-20 menit. Ulangi terus menerus selama 12-24 jam pertama setelah gigi dicabut.

3. Letakkan kepala dengan posisi lebih tinggi dari badan selama 12-24 jam pertama setelah cabut gigi, jika memungkinkan hal ini juga dilakukan saat tidur.

4. Letakkan kompres hangat pada daerah yang bengkak 36 jam setelah gigi dicabut.

Selain itu ada beberapa hal yang dilakukan setelah cabut gigi agar tidak memperparah kondisi yaitu:

  1. Jangan ganggu atau memegang luka yang ada, jauhkan jari dan ludah dari tempat gigi dicabut.
  2. Hindari merokok selama 72 jam setelah cabut gigi dan membuang ingus dengan keras, karena bisa menghambat proses pembekuan dan penyembuhan menjadi lebih lambat sehingga lebih bengkak.
  3. Mengonsumsi cairan dan makanan lunak setelah cabut gigi hingga 24-48 jam cabut gigi, misalnya makan puding, yogurt, kentang tumbuk, bubur dan sup.
  4. Hindari konsumsi alkohol selama minimal 48 jam setelah cabut gigi.

Mengapa Pria Lebih Sering Kena Serangan Jantung

img
foto: Thinkstock
Jakarta, Ketika bicara tentang ancaman serangan jantung, umumnya pria dianggap lebih rentan dibandingkan wanita. Anggapan ini ada benarnya, sebab hingga usia tertentu pria memiliki lebih banyak faktor risiko untuk mengalami masalah kardiovaskular.

Salah satu faktor yang menyebabkan pria lebih rentan mengalami serangan jantung adalah konsumsi garam. Umumnya pria lebih banyak mengkonsumsi garam, padahal natrium dalam garam bisa meningkatkan tekanan darah sekaligus risiko serangan jantung.

Dikutip dari USDA.gov, Senin (7/2/2011), survei di Amerika Serikat mengungkap bahwa pria mengonsumsi garam rata-rata 10 gram/hari sementara wanita hanya 7 gram/hari. Padahal asupan natrium yang disarankan tidak lebih dari 2,4 gram atau sekitar 6 gram garam dapur.

Survei yang dilakukan tahun 1997 tersebut mengungkap, para pria mendapat garam lebih banyak karena lebih sering mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji. Di antaranya dari masakan-masakan yang memiliki cita rasa sangat kuat seperti pizza, cheesse burger dan kentang goreng (french fries).

Faktor lainnya adalah kondisi hormonal. Pada wanita yang masih mendapatkan menstruasi teratur, jantung dan sistemn peredaran darahnya dilindungi oleh hormon-hormon tertentu yang membuatnya lebih kuat dan tidak mudah mengalami gangguan seperti pada pria.

Selama belum memasuki usia menopause, wanita cenderung lebih aman dari serangan jantung kecuali jika memiliki faktor-faktor risiko lain. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung pada wanita di usia subur antara lain diabetes dan kadar kolesterol di atas 260 mg (6,5 mmol).

Namun setelah masuk menopause dan siklus menstruasi berhenti, risiko serangan jantung pada wanita akan semakin menyamai pria. Statistik tahun 1990 menunjukkan pada usia 65 tahun ke atas, 56 persen kematian akibat serangan jantung di Amerika Serikat terjadi pada wanita dan 44 persen sisanya terjadi pada pria.

Berikut ini perbandingan risiko serangan jantung antara pria dan wanita berdasarkan usianya.
Usia (tahun) Rasio Pria Rasio Wanita
35 100 1
40 20 1
50 10 1
65 5 2
70 5 4
75 1 1
Serangan jantung memiliki tanda-tanda:
  1. Rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit dan terbakar) yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher.
  2. Rasa sakit ini bisa menjalar ke lengan kiri,leher dan punggung.
  3. Rasa sakitnya bisa berlangsung sekitar 15-20 menit dan terjadi secara terus menerus.
  4. Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan hingga pingsan.
  5. Rasa sakit ini bisa berkurang saat sedang istirahat, tapi akan bertambah berat jika sedang beraktivitas.

Jumat, 04 Februari 2011

Lima Barang Pengancam Kesehatan

Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.
2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.
3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.
5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

Kamis, 03 Februari 2011

Cara Meminimalkan Risiko Polusi Saat Bersepeda

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Bersepeda banyak digemari karena bisa melepaskan stres sekaligus membuat tubuh fit. Tapi tingginya kadar polusi udara bisa menjadi ancaman tersendiri bagi para pesepeda. Bagaimana cara meminimalkan risiko polusi saat gowes?

Mengendarai sepeda di daerah yang tercemar atau penuh dengan polusi bisa mengganggu kondisi kesehatan seseorang. Karenanya menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak polusi udara baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Polusi udara terdiri dari bermacam polutan seperti belerang dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksidan dan ozon yang memiliki efek bagi paru-paru. Selain itu partikel kecil serta halus yang dihasilkan oleh mesin diesel bisa terhirup lebih dalam ke paru-paru.

Efek yang timbul akibat terhirup polutan ini adalah:

  1. Menyebabkan iritasi jalan napas
  2. Peradangan di saluran napas
  3. Mengurangi jumlah oksigen yang berfungsi membawa darah
  4. Mengurangi fungsi paru-paru
  5. Kesulitan bernapas.
  6. Sedangkan radikal bebas yang terhirup bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Umumnya pesepeda akan menghirup napas lebih dalam selama melakukan aktivitas fisik ini, karenanya ia bisa menghirup partikel lima kali lipat lebih banyak dari udara dibanding pengendara mobil atau yang menggunakan angkutan umum.

Jika tidak dilengkapi dengan masker atau pelindung lainnya, maka pesepeda memiliki risiko lebih besar terhadap gangguan paru-paru.

Untuk meminimalkan risiko polusi saat bersepeda ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh para pesepada seperti dikutip dari BBCHealth, Jumat (4/2/2011) yaitu:

  1. Mencari alternatif rute yang jauh dari keramaian dan kepadatan lalu lintas akibat angkutan umum, kendaraan pribadi dan bis-bis besar, serta usahakan mencari jalan yang masih ditemukan banyak pohon.
  2. Saat berhenti di lampu lalu lintas atau persimpangan jalan, hindari terjebak di belakang bis atau knalpot kendaraan lainnya sehingga tidak terhirup asap kendaraan.
  3. Selalu menggunakan pelindung pernapasan seperti masker untuk mengurangi paparan polutan yang ada di jalan. Jika menggunakan masker kain sebaiknya sering-sering diganti atau dicuci.
  4. Sebaiknya bepergian saat masih pagi dan udara belum banyak tercemar olah polusi udara.
  5. Mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung antioksidan untuk menangkal atau mengurangi radikal bebas yang terhirup.

Mandi Matahari Cegah Penyakit Jantung


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Terlalu banyak berdiam di dalam rumah atau kantor bisa membuat Anda mengalami bermacam penyakit termasuk jantung akibat kekurangan vitamin D. Tapi dengan mandi matahari di pagi dan sore hari penyakit jantung bisa dicegah.

Penyakit jantung, stroke, kanker merupakan penyakit mematikan yang telah membunuh jutaan orang di dunia, termasuk Indonesia.

Tapi menurut dr Phaidon L Toruan, MM dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

Perlu diingat jam aman mandi matahari di atas, dan sebaiknya hindari berjemur matahari antara jam 10.00-14.00 karena paparan ultra violet dari sinar matahari pada waktu tersebut termasuk paling tinggi dan memiliki solar energy sangat besar.

Mengapa mandi matahari pagi dan sore bisa mencegah penyakit jantung?


dr Phaidon menuliskan bahwa matahari merupakan sumber utama untuk vitamin D. Melansir apa yang dikatakan John Jacob, pendiri Vitamin D Councel, menurut dr Phaidon berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D memainkan peranan dalam berbagai macam penyakit termasuk kanker, penyakit jantung, hipertensi, penyakit autoimun, diabetes, depresi, arthritis, osteoporosis, dan banyak lagi.

Apalagi lanjut dr Phaidon, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Giovannucci dan rekan yang dipublikasikan pada Archives of Internal Medicine bulan Juni 2008. Penelitian itu menunjukkan bahwa pria dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko 2,42 kali lebih besar terkena serangan jantung.

Data American Heart Association tahun 2008, di Amerika Serikat menunjukkan setiap tahun terdapat 920.000 orang terkena serangan jantung dan 157.000 orang diantaranya meninggal karena serangan jantung. Tren ini sudah mulai diikuti oleh Indonesia, terlihat dari angka kematian akibat serangan jantung semakin meningkat.

"Kalau kita menggabungkan kedua data tersebut, maka seandainya status vitamin D diperbaiki, maka jumlah kematian yang bisa dicegah mencapai 92.500 orang. Lumayan. Bayangkan apa artinya kalau semua kematian yang bisa dicegah tersebut adalah para eksekutif, professional, pejabat yang berpengaruh. Cuma gara-gara vitamin D saja," jelas dr Phaidon seperti dikutip dari tulisannya, Kamis (3/2/2011).

Menurut dr Phaidon, vitamin D juga ternyata berperan besar dalam mencegah kanker. Dalam suatu penelitian, Holick dan rekan menemukan bahwa wanita yang mengalami kekurangan vitamin D, mengalami peningkatan risiko terkena kanker usus sebesar 253 persen.

Selain itu, vitamin D juga ternyata mencegah stroke. Pada suatu penelitian yang dipublikasikan bulan September 2008 di jurnal Stroke, meneliti 3316 pasien yang dicurigai memiliki masalah dengan arteri koroner selama 7,75 tahun. Hasilnya, ternyata untuk setiap penurunan kadar vitamin D, terdapat peningkatan risiko stroke sampai 86 persen.

"Kadar vitamin D yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kadar vitamin D dalam darah 25(OH)D yang kadar normalnya adalah sekitar 30-50 ng/ml," jelas dr Phaidon yang juga merupakan sports scientist Badan Tim Nasional PSSI 2010.

Secara teknis, lanjut dr Phaidon, vitamin D sebetulnya bukanlah vitamin. Menurut struktur kimianya vitamin D memiliki bentuk sendiri. Produk turunan vitamin D, calcitriol, sebetulnya adalah secosteroid hormone, yang merupakan kunci untuk membuka gembok genom manusia. Genom manusia memiliki 2.700 situs ikatan untuk calcitriol, yang semua situs ikatan ini terlibat dalam hampir semua penyakit utama manusia.

Bagaimana solusinya?


Untuk orang di negara 4 musim yang jarang kena matahari, sebaiknya mengkonsumsi 1000 IU vitamin D di musim dingin dan saat tidak ada matahari. Sedangkan bagi yang tinggal di Indonesia cukup dengan mandi matahari, sambil jalan pagi.

"Hanya dengan 20-30 menit mandi matahari, kita sudah mendapat 10.000 IU vitamin D. Gratis dari Tuhan. Efek lainnya adalah pembakaran lemak tubuh yang optimal apabila kita berjalan pagi dengan perut kosong," lanjut dr Phaidon.

Menurut dr Phaidon, sangat memprihatinkan bila orang yang tinggal di daerah tropis dengan berlimpah sinar matahari harus kekurangan vitamin D, khususnya yang tinggal di perkotaan.

"Saat ini kita yang hidup di negara tropis malah kekurangan vitamin D, akibat terlalu banyak berdiam di kantor atau ruangan tertutup. Saat berangkat menggunakan mobil atau kalaupun memakai motor, banyak mengenakan jaket sehingga tidak terkena paparan matahari," tutup dr Phaidon.

Selasa, 01 Februari 2011

Scan Otak untuk Mengukur Niat Seseorang Berhenti Merokok

img
foto: Thinkstock
Los Angeles, Beberapa orang mengaku sudah berusaha mati-matian untuk berhenti merokok namun selalu gagal. Kini para ahli mengembangkan teknologi scan otak yang bisa mendeteksi apakah perokok benar-benar punya niat berhenti atau hanya di bibir saja.

Teknologi ini dikembangkan oleh para peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA) dan telah dipublikasikan dalam jurnal Health Psichology edisi terbaru. Efektivitasnya telah dibuktikan dalam uji coba terhadap 28 orang perokok.

Dalam uji coba, para relawan yang termasuk kategori perokok berat ini diminta menjalani scan otak dengan teknologi yang diadaptasi dari Magnetic Resonance Imaging (MRI). Teknologi ini mampu merekam aktivitas otak di bagian tertentu.

Menurut para peneliti, bagian otak yang berhubungan dengan keinginan untuk berhenti merokok adalah prefrontal cortex. Bagian yang terletak paling depan ini berfungsi sebagai pusat kognitif yang berhubungan dengan perencanaan.

Pada perokok yang benar-benar berniat untuk berhenti merokok, bagian ini akan tampak paling aktif dalam pemindaian. Makin aktif bagian tersebut, makin cepat si perokok akan berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya.

Hubungan antara aktivitas prefrontal cortex dengan niat perokok untuk menghentikan ketergantungannya pada tembakau terbukti pada eksperimen berikutnya. Sebelum melakukan pemindaian yang kedua, para relawan diminta untuk menonton iklan-iklan layanan masyarakat tentang bahaya rokok.

Para peneliti mengasumsikan, iklan-iklan itu akan meningkatkan motivasi atau niat para perokok yang memang ingin berhenti merokok. Ternyata benar, ketika menonton iklan layanan masyarakat, aktivitas prefrontal cortex tampak meningkat dalam pemindaian.

"Dengan temuan ini, kita bisa memprediksi atau meramalkan sukses tidaknya upaya seorang perokok untuk berhenti dan seberapa cepat mereka mewujudkannya," ungkap Emily Falk yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Health24, Selasa (1/1/2011)

Minggu, 30 Januari 2011

Kanker yang Mudah dan Sulit Dideteksi

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Beberapa jenis kanker lebih mudah diobati ketika terdeteksi dalam stadium awal karena tingkat kesembuhannya lebih tinggi. Tapi tidak semua jenis kanker mudah dideteksi. Kanker apa saja yang mudah dan sulit dideteksi?

Tubuh seseorang terdiri dari banyak jenis sel yang akan tumbuh, membelah dan kemudian mati. Terkadang sel ini mengalami mutasi sehingga tumbuh dan membelah diri lebih cepat daripada sel normal.

Gumpalan sel-sel abnormal ini akan membentuk tumor, jika tumor ini bersifat ganas yaitu menyerang dan membunuh jaringan sehat di tubuh maka ia disebut dengan kanker.

Beberapa jenis kanker diketahui mudah dideteksi bahkan oleh diri sendiri, tapi beberapa yang lain sulit untuk dideteksi karena tidak ada gejala khas yang timbul pada stadium awal.

Ini dia beberapa jenis kanker yang mudah dan sulit dideteksi, seperti dikutip dari Medicinenet dan Mayo Clinic, Senin (31/1/2011) yaitu:

Kanker yang mudah dideteksi

Kanker kulit
Kanker kulit termasuk jenis kanker yang mudah dideteksi, karena umumnya gejala yng timbul terlihat seperti adanya pertumbuhan baru di kulit, luka yang tidak kunjung sembuh, perubahan bentuk atau warna dari sebuah tahi lalat serta perubahan lain pada kulit. Jika ada gejala-gejaal ini sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Kanker testis
Kanker ini paling sering terjadi antara usia 15-34 tahun. Sebagian besar kanker ini dideteksi oleh diri sendiri yaitu dengan menemukan adanya benjolan yang menjadi besar, nyeri yang tidak biasa atau sakit. Karena itu laki-laki sebaiknya meemriksakan testisnya secara teratur sehingga bisa tahu perubahan yang terjadi.

Kanker payudara
Kanker payudara umumnya mudah dideteksi terutama oleh diri sendiri, semakin dini deteksi maka kesempatan untuk sembuh sempurna akan lebih besar. Deteksi dini yang dilakukan bisa adalah dengan melakukan mamografi, tes payudara oleh dokter atau perawat dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Kanker serviks (kanker leher rahim)
Kanker serviks merupakan jenis yang mudah dideteksi dengan melakukan tes pap smear setiap 2 tahun sekali sejak aktif secara seksual. Selain melalui pap smear, kanker ini juga bisa dideteksi melalui pemeriksaan panggul yaitu dokter akan merasakan setiap perubahan bentuk dan ukuran dari rahim, vagina, ovarium, saluran tuba, kandung kemih dan rektum.

Kanker yang sulit dideteksi

Kanker colon (usus besar) dan rectum (dubur)
Kanker ini umumnya agak sulit dideteksi karena membutuhkan pemeriksaan tes darah dari tinja. Tes ini untuk mengetahui adanya darah yang tersembunyi dari dalam tinja. Sejumlah kecil feses akan diuji di laboratorium untuk mengetahui ada darah dalam tinja atau tidak karena kanker ini menyebabkan perdarahan. Namun darah dalam tinja juga bisa disebabkan oleh faktor non-kanker, karenanya harus ada tes lanjutan untuk membantu diagnosis.

Kanker prostat
Kanker yang menyerang kaum laki-laki ini umumnya sulit dideteksi karena ia tidak menimbulkan gejala pada tahap stadium awal. Gejala akan mulai muncul pada stadium lanjut seperti sulit buang air kecil, darah di urine dan cairan semen, pembengkakan kaki, rasa tidak nyaman di panggul dan tulang sakit. Diagnosisnya melalui pemeriksaan darah, dokter memeriksa bentuk dan ukuran prostat serta melalui pemeriksaan sel prostat.

Kanker paru-paru
Jenis kanker ini umumnya sulit terdeteksi pada tahap awal karena tidak menimbulkan gejala. Jika sudah masuk ke stadium lanjut baru timbul gejala seperti batuk yang tak kunjung henti, mengeluarkan darah saat batuk meskipun jumlahnya kecil, sesak napas, dada sakit, turun berat badan tanpa sebab, sakit pada tulang dan sakit kepala. Diagnosisnya melalui pemeriksaan X-ray, tes sel-sel melalui dahak atau mengambil sampel jaringan.

Kanker pankreas
Kanker ini dimulai pada jaringan pankreas yaitu organ dalam perut yang terletak di bagian belakang bawah perut. Kanker ini memiliki tingkat kesembuhan yang buruk bahkan jika didiagnosis lebih awal karena ia menyebar dengan cepat dan jarang terdeteksi pada tahap awal. Tanda dan gejala tidak akan muncul sampai kanker ini masuk ke stadium lanjut.

Kanker otak
Gejala yang muncul umumnya beragam tergantung dari lokasi, ukuran dan kecepatan pertumbuhan tumor tersebut. Secara umum kanker ini ditandai dengan perubahan pola sakit kepala yang frekuensinya meningkat, mual atau muntah secara tiba-tiba, gangguan penglihatan dan keseimbangan, kejang-kejang dan gangguan pendengaran. Kanker ini juga bisa disebabkan akibat penyebaran kanker di daerah tubuh lain.

Rabu, 26 Januari 2011

Kurang Tidur Bisa Sangat Mematikan



img
foto: Thinkstock
Jakarta, Kematian bagi manusia merupakan suatu yang tak terhindarkan, cepat atau lambat hanyalah soal waktu. Dalam kaitannya dengan kesehatan, salah satu faktor yang mempercepat kematian adalah kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur.

Dikutip dari AskMen, Minggu (19/12/2010), berikut ini beberapa dampak mematikan dari kurang tidur.

1. Kecelakaan lalu lintasDiperkirakan terjadi 100.000 kecelakaan lalu lintas dalam setahun akibat pengendara mengantuk, 15.000 di antaranya memakan korban tewas. Pemicu utama rasa kantuk saat berkendara adalah kelelahan karena kurang tidur.

2. Kecelakaan kerjaRasa letih akibat kurang tidur jelas mempengaruhi performa di tempat kerja sehingga bisa berdampak pada perkembangan karir atau bahkan kehilangan pekerjaan. Dampak yang lebih buruk bisa terjadi jika bekerja dengan alat berat, sebab risikonya adalah kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan kematian.

3. Mudah tersinggung, depresi lalu bunuh diriTidur yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk dapat berpikir dengan jernih dan rileks. Kurang tidur bisa membuat seseorang mudah tersinggung dan merasa sedih, yang jika dibiarkan berlarut-larut suatu saat bisa menyebabkan depresi atau dampak yang paling buruk yakni bunuh diri.

4. Obesitas dan serangan jantungPola makan yang tidak sehat memang menjadi faktor utama pemicu obesitas, namun pola tidur juga berpengaruh. Rasa letih akibat kurang tidur bisa menghambat poduksi leptin atau hormon penekan nafsu makan, sehingga porsi makan jadi tidak terkontrol. Jika berat badan sudah tak terkendali, risiko serangan jantung bisa muncul sewaktu-waktu.

5. DiabetesBerbagai penelitian membuktikan kurang tidur menyebabkan metabolisme makanan terganggu sehingga lebih mudah mengalami kenaikan kadar gula darah. Dampaknya bisa sangat mematikan, mulai dari luka yang sulit disembuhkan hingga kegagalan fungsi ginjal dan serangan jantung.

Tanda-tanda Tubuh Kurang Tidur


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Tubuh tak bisa dibohongi bila kurang tidur. Kurang tidur bisa berakibat fatal, maka itu penting untuk mengetahui tanda-tanda tubuh yang kurang tidur.

"Tidur sangat penting untuk kelangsungan hidup, sama halnya dengan makan," kata Dr Maria Susan Ester, presiden American Academy of Sleep Medicine (AASM), dilansir Menshealth, Kamis (30/12/2010).

Tak hanya mengistirahatkan otot, tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas. Agar regulasi tersebut tidak terganggu, secara alami tubuh juga melepaskan hormon yang memicu rasa kantuk pada waktu-waktu tertentu.

Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas (kegemukan), depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh lemah, penurunan memori, murah marah dan penurunan konsentrasi.

Berikut 5 tanda tubuh kurang tidur atau butuh tidur yang lebih banyak lagi, yaitu:

1. Terus merasa lapar atau tidak lapar sama sekali

Kurang tidur bisa membuat orang ingin makan terus dengan porsi yang lebih banyak atau bahkan sama sekali tidak merasa lapar. Ini disebabkan oleh jam internal tubuh yang tidak normal, sehingga banyak orang yang kurang tidur mengalami kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba.

2. Kehilangan fokus
Orang yang kurang tidur bisa mengalami Attention Deficit Disorder, yaitu gangguan perhatian yang menyebabkan respon motorik menjadi lebih lambat dan tidak akurat, refleks berkurang dan tidak bisa fokus pada satu aktivitas.

3. Kehilangan memori jangka pendek
"Otak perlu tidur untuk menyegarkan dan beregenerasi. Tanpa itu, memori jangka pendek mungkin terganggu," jelas Dr Neil Kline dari American Sleep Association.

4. Mengantuk sepanjang hari
Minuman berkafein, musik yang keras atau apapun usaha untuk membuat orang tetap terjaga hanyalah bersifat sementara dan tidak akan membuat kewaspadaan jangka panjang. Kurang tidur bisa membuat orang merasa letih dan mengantuk sepanjang hari.

5. Mudah sakit
Perbaikan sistem kekebalan tubuh dapat diperkuat saat orang tidur. Kurang istirahat dapat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga mudah terinfeksi virus maupun bakteri. Biasanya penyakit yang paling mudah menyerang orang yang kurang tidur adalah influenza.

Istirahat yang cukup penting untuk memulihkan tenaga dan sistem kekebalan tubuh. Tidak bisa ditawar-tawar lagi, rata-rata orang dewasa membutuhkan 6-7 jam untuk tidur setiap harinya.

Cara Alami Melawan Rasa Kantuk


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Saat menjelang dan setelah makan siang sebagian besar orang pasti akan dilanda rasa kantuk dan berusaha keras membuat matanya terjaga. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat mata tetap terjaga.

Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang merasa kantuk, seperti kurang tidur, kelelahan, bosan atau kurang oksigen. Dan sebagian besar orang mengatasinya dengan cara minum kopi.

Seperti dikutip dari WebMD, Kamis (6/1/2011) ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk membuat mata terjaga, yaitu:

1. Bangun dari tempat duduk dan bergerak atau berjalan

Studi yang dilakukan Robert Thayer, PhD dari California State University, Long Beach menunjukkan berjalan selama 10 menit bisa meningkatkan energi selama 2 jam. Hal ini karena dengan berjalan singkat, oksigen akan dipompa ke pembuluh darah, otak dan otot. Berjalan atau bergerak selama 10 menit akan membuat orang tetap terjaga dan segar.

2. Mengambil tidur siang sejenak
Tidur siang yang dilakukan sebaiknya hanya 5-25 menit saja dan tidak lebih dari itu, serta tidur di meja kerja bukanlah ide yang baik. Jika tidak bisa tidur siang, cobalah beristirahat dengan tenang selama 10 menit sambil menutup mata, hal ini juga bisa membantu.

3. Mengistirahatkan mata untuk hindari kelelahan

Terus menerus menatap komputer akan menyebabkan mata lelah dan bisa memperburuk rasa kantuk. Cobalah berpaling dari layar komputer selama beberapa menit secara berkala agar mata menjadi lebih santai.

4. Cobalah memulai percakapan

Terlibat dalam sebuah percakapan bisa membuat pikiran bergerak kembali dan termasuk dalam stimulator perilaku yang sangat kuat. Berbicaralah dengan rekan kerja mengenai hal apapun.

5. Cobalah menarik napas secara dalam
Bernapas secara dalam bisa meningkatkan kadar oksigen darah di dalam tubuh, sehingga memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi dan membantu kinerja kerja. Cobalah duduk tegak dengan satu tangan di perut tepat di bawah tulang rusuk dan tangan satu lagi di dada. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan biarkan perut mendorong tangan tanpa membuat dada bergerak.

6. Mengganti tugas untuk merangsang pikiran
Pekerjaan yang monoton bisa membuat seseorang mengantuk dan tertidur, karenanya cobalah mengganti tugas yang dilakukan untuk merangsang pikiran dan membuatnya tetap terjaga.

7. Mengonsumsi air untuk mencegah dehidrasi
Dehidrasi bisa menyebabkan kelelahan yang berujung pada serangan rasa kantuk. Pastikan tubuh mendapat cairan yang cukup dari air serta makanan dengan kandungan air tinggi seperti buah-buahan dan sayur.

8. Mengonsumsi cemilan sehat untuk meningkatkan energi
Cemilan yang manis bisa memberikan dorongan energi dengan cepat. Makanan yang bisa memberikan energi dengan baik, secara menyeluruh dan jangka panjang seperti yogurt, buah segar, baby wortel atau selai kacang dengan cracker gandum.

Gejala Terserang Sindrom Makan Malam


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sebagian orang sangat berhati-hati atau bahkan menghindari makan malam. Tapi orang yang menderita Night Eating Syndrome (NES atau sindrom makan malam) justru makan tengah malam atau menjelang pagi hingga terkadang menyebabkan gangguan tidur.

Sindrom makan malam merupakan salah satu gangguan mental yang membuat orang hanya mau makan di malam hari setelah lewat jam makan malam dan tidak makan lagi saat sarapan atau pun makan siang.

Sindrom ini biasanya terjadi pada orang yang sedang menjalani program diet ketat sehingga tidak makan selama sarapan dan makan siang, serta membebankan semua kebutuhan perut saat makan malam.

Orang yang mengalami sindrom makan malam sering disebabkan karena depresi dan kecemasan, diet berkepanjangan atau kebosanan yang berlebihan.

Dilansir Webmd, Jumat (14/1/2011), orang dengan sindrom makan malam sering mengalami gejala seperti berikut:
  1. Sedikit atau tidak nafsu makan sama sekali saat sarapan dan makan siang
  2. Makan lebih banyak setelah waktu makan malam
  3. Makan lebih dari separuh asupan sehari pada waktu makan malam
  4. Terbangun di tengah malam untuk makan dalam porsi banyak dan kembali tidur lagi

Sindrom ini bisa membahayakan kesehatan karena orang dengan sindrom makan malam akan mengalami penurunan hormon melatonin (hormon tidur) dan leptin (hormon yang mengontrol nafsu makan). Pada waktu yang sama, hormon kortisol (hormon stres) justru naik.

Yang tampak secara nyata, orang dengan sindrom ini akan kekurangan waktu tidur, yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, jantung dan penyakit serius lainnya.

Bagaimana mengatasinya?

Karena orang dengan sindrom makan malam mengalami penurunan hormon melatonin dan leptin, maka terapi hormon dapat membantunya dengan mempromosikan tidur dan mengurangi rasa lapar di malam hari.

Menambah asupan karbohidrat juga dapat membantu karena dapat merangsang produksi insulin yang meningkatkan kadar triptofan dalam otak, yaitu substansi yang berasal serotonin.

Selain membantu orang untuk tidur, serotonin juga membuat orang merasa bahagia dan senang sehingga bisa mengatasi depresi.

Biasa Bangun Pagi Bikin Tubuh Lebih Kuat

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ungkapan lama 'bangun siang rezeki bisa dipatuk ayam' sepertinya bisa juga digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan, karena orang yang terbiasa bangun pagi cenderung memiliki tubuh yang lebih sehat dan kuat.

Tak hanya ungkapan tersebut, Benjamin Franklin seorang penemu dan pemimpin Revolusi Amerika juga pernah menyatakan 'early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise' (tidur lebih awal dan bangun lebih pagi membuat pria lebih sehat, kaya dan bijaksana).

Selain baik untuk kesehatan, bangun lebih pagi juga membuat orang lebih siap untuk menghadapi rutinitas di pagi hari.

Berikut beberapa manfaat dari kebiasaan bangun pagi, seperti dilansir beautynhealthytips4u.com, Kamis (27/1/2011), yaitu:

1. Membuat pikiran lebih segar
Bangun pagi hari pukul 5 atau 6 sebelum matahari terbit dapat membuat pikiran Anda lebih segar dan bisa mengurangi stres. Kondisi ini membuat tubuh lebih sehat, serta membuat penampilan lebih terlihat cantik dan menarik.

2. Tidak melewatkan waktu sarapan
Sebagian orang melewatkan waktu sarapan karena bangun kesiangan dan terlambat di pagi hari. Melewatkan sarapan sama artinya menabung banyak penyakit, seperti diabetes, obesitas dan jantung. Tidak sarapan juga membuat Anda tidak bertenaga dan bersemangat saat menjalani rutinitas.

3. Dapat melakukan olahraga pagi

Dengan bangun pagi, orang juga memiliki waktu lebih untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, latihan pernapasan, bersepeda, berenang, jogging dan olahraga ringan lainnya.

Olahraga pagi dapat membantu untuk mencapai dan menjaga kesehatan yang baik dan menjaga pikiran menyenangkan dengan mengurangi rasa sakit dan stres. Pikiran yang sehat dan menyenangkan dapat membuat Anda berpikir positif yang pada gilirannya membuat hidup bahagia.

4. Tidak tergesa-gesa dan terburu-buru

Bangun lebih pagi berarti membuat Anda memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan segala sesuatu, termasuk urusan pekerjaan. Bangun kesiangan seringkali membuat orang tergesa-gesa dan terburu-buru, yang pada gilirannya dapat membahayakan kesehatan jantung.

Ini Penyebab Badan Sakit Saat Olahraga Pertama kali


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Badan sakit-sakit saat pertama kali berolahraga dialami banyak orang. Karena takut badan sakit, akhirnya orang malas olahraga. Ternyata ini penyebab sakit-sakit saat pertama kali olahraga.

Rasa sakit atau ketidaknyamanan yang timbul merupakan masa adaptasi untuk membuat otot menjadi lebih kuat dan mampu melakukan tugas berikutnya. Karena itu seseorang sebaiknya tidak patah semangat atau justru berhenti berolahraga.

"Ketika seseorang berolahraga pertama kali maka otot akan mengalami sedikit stres fisik. Rasa sakit atau nyeri ini merupakan hal yang alami dari segala macam aktivitas fisik dan yang paling lazim terjadi pada tahap awal seseorang memulai sebuah program," ujar Professor Rick Sharp, ahli fisiologi olahraga dari Iowa State University di Ames, seperti dikutip dari WebMD, Kamis (27/1/2011).

Rasa nyeri dan ketidaknyamanan ini muncul antara 24-48 jam setelah berolahraga. Kondisi ini normal dan dikenal sebagai nyeri otot tertunda (delayed onset muscle soreness/DOMS).

Saat orang berolahraga itu artinya ia sedang menguji kekuatan tubuh dan otot yang menimbulkan ketegangan dalam serat otot. Lalu tubuh akan meresponsnya dengan memicu sintesis otot baru yang membuat otot tumbuh menjadi lebih kuat dan membuat orang mampu menghadapi beban yang lebih besar.

Setiap beban kerja bertambah maka otot-otot ini didorong untuk bertahan. Akibatnya otot menjadi stres dan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang terjadi saat orang pertama kali olahraga atau mencoba berolahraga yang lebih berat dibanding sebelumnya.

Jika badan sakit usai olahraga ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit:

  1. Mengompres dengan es
  2. Istirahat
  3. Obat anti peradangan
  4. Pemijatan
  5. Melakukan peregangan.

Untuk pertama berolahraga lakukan stretching atau peregangan karena bisa mengurangi rasa nyeri yang timbul.
Mulailah dengan melakukan olahraga ringan lalu secara bertahap ditingkatkan intensitas dan frekuensinya. Melakukan pendinginan tepat sebelum olahraga berakhir (10 menit sebelum selesai) juga bisa memberikan mengurangi rasa nyeri.

Senin, 24 Januari 2011

Bisakah Meningitis Kambuh Lagi

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Meningits merupakan penyakit yang kejam karena bisa menyebabkan kecacatan atau kematian. Jika seseorang berhasil selamat dari meningitis, apakah penyakit ini bisa kambuh lagi?

"Kalau sudah terkena meningitis masih bisa kambuh lagi atau terkena infeksi baru," ujar dr Darma Imran, SpS(K) dari FKUI-RSCM dalam acara diskusi klinik KBR68H, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

dr Darma menuturkan hal ini karena penyebab dari infeksi otak yang salah satunya adalah meningitis ini bisa ratusan atau bahkan ribuan, mulai dari virus, bakteri, parasit, jamur hingga cacing pita.

Sementara vaksin yang sudah ada hanya sedikit yaitu untuk balita ada vaksin IPD yang bisa mencegah meningitis akibat bakteri pneumokokus dan vaksin meningitis untuk mencegah bakteri yang masih menjadi endemis di jazirah arab.

Kondisi ini juga dikhawatirkan oleh Bapak Usman dari Jambi yang anaknya pernah terkena meningitis saat berusia 10 bulan. Ketika itu bayinya mengalami panas turun selama 3 minggu, lalu dibawa ke rumah sakit umum dan harus dirawat inap.

"Baru sehari dirawat anak saya mengalami koma, setelah diambil cairan tulang belakangnya hasil laboratorium menunjukkan positif untuk meningitis. Dokter menjelaskan pada saya kemungkinan terburuknya seperti kerusakan otak, kelumpuhan dan sebagainya," ujar Bapak Usman.

Setelah 12 hari anaknya mulai sadar dari koma tapi nyaris semua organ tubuhnya tidak bisa berfungsi, misalnya yang tadinya bisa berjalan jadi tidak bisa jalan dan tidak bisa mendengar. Setelah anaknya sadar ia mulai melakukan pengobatan yang ketat, melakukan terapi dua kali seminggu selama satu tahun dan rutin kontrol.

"Sekarang ia berusia 2,5 tahun dan sudah sehat hanya fungsi kaki kirinya yang belum sepenuhnya normal dan masih sulit mengendalikan emosinya," ungkapnya.

dr Darma menuturkan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan meningitis adalah melakukan diagnosis dengan tepat sehingga bisa diketahui penyebabnya. Pemeriksaan melalui rontgen, CT-scan atau MRI umumnya hanya bisa membantu mengenali tanda-tanda radang otak, tapi untuk diagnosis pastinya melalui pemeriksaan cairan otak.

"Pemeriksaan ini sifatnya invasif (menusuk organ untuk mengambil cairan) jadi harus dilakukan dengan hati-hati karena relatif ada bahayanya. Namun manfaatnya sangat besar, karena bisa melihat siapa yang bertanggung jawab terhadap infeksi tersebut," ujarnya.

"Meningitis merupakan infeksi otak yang mematikan, meskipun persentase di Indonesia tidak tinggi tapi angka kematiannya tinggi yaitu lebih dari 50 persen," ujar dr Darma yang juga mengajar di FKUI.

Bagaimana Mencegah Infeksi Otak

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Infeksi otak bisa menyerang siapa saja mulai dari balita hingga orang dewasa yang dapat berakhir dengan kecacatan atau kematian. Lalu adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi otak atau meningitis?

"Jika daerah yang terkena infeksi adalah selaput otak (meningen) maka disebut dengan meningitis, tapi kalau yang terinfeksi adalah jaringan otaknya maka disebut dengan ensephalitis," ujar dr Darma Imran, SpS(K) dari FKUI-RSCM dalam diskusi klinik KBR68H, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

dr Darma menuturkan penyebab dari infeksi otak ini beragam, yang paling sering adalah akibat penularan virus yang langsung dari udara atau pernapasan, dari gigitan serangga seperti nyamuk, bakteri seperti pneumokokus atau bakteri infeksi TBC di otak, jamur, parasit seperti toksoplasma dan cacing pita yang kistanya termakan oleh manusia.

"Karena cara penularannya beragam, maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga higienitas, sanitasi, kontak dengan tangan bersih sangat penting (rajin cuci tangan), menjaga stamina tubuh agar tetap baik, serta melakukan vaksin IPD untuk bayi dan vaksin meningitis saat mau pergi haji," ungkapnya.

Untuk vaksin saat ini baru tersedia vaksin IPD (Invasive Pneumococcus Disease) yang balita untuk mencegah meningitis akibat bakteri pneumokokus. vaksin ini bisa diberikan saat bayi berusia 2 bulan hingga 9 tahun, tapi harganya terbilang mahal.

Satu lagi vaksin meningitis yang diberikan untuk calon jamaah haji untuk mencegah bakteri meningitis yang masih menjadi endemis di jazirah Arab.

Orang-orang yang rentan terkena infeksi otak:
  1. Anak-anak
  2. Orang dengan daya tahan tubuh rendah
  3. Orang yang sudah berusia lanjut.

Penyakit infeksi otak memiliki angka kematian di atas 50 persen, jika seseorang selamat dari infeksi otak umumnya mengalami kecacatan mulai dari lumpuh hingga koma yang tidak bisa bangun lagi.

"Otak merupakan bagian tubuh yang paling terlindungi atau yang paling terakhir kena, jadi kalau otak sudah terkena infeksi akan sangat mungkin mempengaruhi organ lainnya di tubuh dan fungsinya menajdi terganggu," ujar dokter yang juga mengajar di FKUI.

Gejala dari infeksi otak ini seringkali tidak khas yang secara umum mengalami demam dan sakit kepala. Jika setelah beberapa hari tidak membaik atau ada gejala lanjutan seperti kejang dan sakit kepala yang semakin parah segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk diagnostik dini memang tidak mudah, karenanya proses pencarian penyebabnya harus progresif agar bisa ditangani dengan baik," ungkapnya.

Untuk diagnosis pastinya dilakukan pemeriksaan cairan otak agar bisa diketahui penyebab pastinya apakah akibat infeksi virus, bakteri, jamur, parasit atau cacing pita. Jika prosedur ini dilakukan dengan cepat dan progresif maka bisa mengurangi kecacatan yang timbul. Namun juga tergantung dari stadium datangnya.

Infeksi otak merupakan penyakit mematikan yang beberapa penyebabnya bisa dicegah dengan melakukan vaksin serta pola hidup higienis dan stamina tubuh yang kuat.

Kalau terkena infeksi ini segera lakukan diagnosis dengan cepat untuk menentukan penyebabnya sehingga bisa memberikan pengobatan yang tepat

Kamis, 20 Januari 2011

Kaum Vegetarian Rentan Terkena Anemia



img
(Foto: thinkstock)
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a9306ad2&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=1364&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a9306ad2' border='0' alt='' /></a> Jakarta, Kandungan zat besi lebih banyak ditemui pada protein hewani ketimbang sayuran. Hal inilah yang membuat kaum vegetarian sering dicurigai lebih rentan terkena anemia ketimbang kelompok non-vegetarian.

Padahal, sebenarnya belum ada kesimpulan pasti terkait risiko anemia pada vegetarian. Menurut dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, meskipun stok zat besi pada kelompok vegetarian lebih rendah dibandingkan non-vegetarian, kadar zat besi mereka belum tentu ada pada level defisiensi atau kekurangan.

Menurut ahli gizi dari IPB Drs. Rimbawan, PhD, kunci dari diet vegetarian yang sehat adalah keanekaragaman. Artinya, pangan yang kurang nutrisi A harus ditutupi dengan pangan yang kaya nutrisi A.

Diet vegetarian yang sehat dan bervariasi mencakup buah, sayur mayur, padi-padian, kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk produk susu dan telur bagi lakto-ovo vegetarian.

Nah, kalau Anda seorang vegetarian, ada baiknya jika Anda meningkatkan asupan zat besi lewat suplemen jika memang tidak bisa mendapatkan zat besi secara alami.

Kelompok vegetarian juga bisa menemukan sumber protein tinggi pada tempe dan tahu. Selain mampu mencegah anemia, kedua jenis pangan itu juga kaya kalsium. Konsumsi kacang-kacangan juga perlu diperbanyak untuk menambal kekurangan protein hewani.

Jangan Yakin Terbebas Anemia

Anemia dapat dicegah, namun tergantung pada penyebabnya. Untuk anemia yang disebabkan oleh kelainan darah bawaan, seperti anemia sel sabit, cara pencegahan belum ditemukan.

Namun jika penyebabnya karena kekurangan zat besi, pencegahan bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan zat besi lewat makanan. Beberapa makanan yang bisa Anda pilih diantaranya tiram, udang, hati sapi, daging, telur, susu, kacang polong hijau, kacang tanah, kedelai, dan sayuran hijau.

Yang perlu diperhatikan adalah zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran, atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi. Selain itu, beras yang kerap menjadi makanan pokok pendamping lauk pauk juga ternyata dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Jadi, walaupun sudah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, jangan yakin dulu terbebas dari anemia. Untuk mengatasinya, Anda harus banyak mengonsumsi pangan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, dan stroberi yang dapat mempercepat penyerapan zat besi. Ketika menyantap daging, misalnya, pilih jus jeruk sebagai pelengkap.

Anemia adalah kondisi saat darah tidak memiliki cukup kandungan hemoglobin akibat kurangnya jumlah zat besi di dalam tubuh. Zat besi diperlukan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yang akan membawa oksigen ke seluruh organ tubuh. Anemia lebih sering dikenal dengan sebutan penyakit kurang darah.

Di Amerika Serikat, sekitar 20% dari wanita-wanita usia produktif tercatat kekurangan zat besi. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan para penderita pria yang tercatat hanya 4%. Pemicu utamanya ternyata faktor menstruasi.

Sayangnya, banyak wanita tak menyadari terkena anemia karena tanda-tanda yang muncul relatif biasa sehingga sering tidak dipedulikan. Padahal, para ahli kesehatan sudah lama menyarankan agar kaum wanita jangan meremehkan gejala anemia karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi gagal jantung dan menurunkan produktivitas kinerja otak dan otot.

Tanda-tanda terkena anemia adalah:

  1. Lemah, lesu, pusing, mudah marah atau sulit konsentrasi.
  2. Pucat terutama pada gusi dan kelopak mata atau bawah kuku.
  3. Jantung berdebar nafas pendek.
  4. Sariawan mulut atau lidah, bilur-bilur atau pendarahan tidak biasa.
  5. Mati rasa atau kesemutan di daerah kaki.
  6. Mual dan diare.

Mengatasi Jerawat dengan Putih Telur

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Telur biasanya dikenal sebagai menu sehat untuk sarapan pagi. Tak hanya itu, putih telur yang kaya dengan vitamin juga bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Bagaimana caranya?

Telur dapat digunakan secara topikal pada wajah sebagai pengobatan jerawat. Putih telur bosa digunakan untuk mengurangi minyak dan mengecilkan pori-pori, juga dapat menarik kotoran dan minyak dari kulit sehingga mencegah timbulnya jerawat.

Menurut Bodybuildingforyou.com, telur kaya akan vitamin yang dapat memerangi jerawat. Vitamin B2 adalah obat pereda stres alami yang pada akhirnya juga dapat mencegah jerawat, karena stres dapat meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan jerawat.

Selain itu, telur juga mengandung vitamin B3 yang dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Sedangkan kandungan zinc dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menyembuhkan luka dan membantu mengatur hormon. Semua fungsi tersebut sangat berguna untuk memerangi jerawat.

Dilansir Livestrong, Kamis (20/1/2011), manfaat putih telur untuk mengobati jerawat dapat diambil dengan cara dijadikan masker. Berikut caranya membuatnya:

  1. Pecahkan telur perlahan dan pisahkan putih dari kuning telur
  2. Kocok putih telur sampai berbusa dan berbuih
  3. Tambahkan beberapa tetes jus lemon ke putih telur
  4. Bersihkan wajah dan oleskan masker putih telur dengan menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkat lembut
  5. Hindari daerah mata dan mulut
  6. Biarkan masker kering di wajah dan diamkan sekitar 15 sampai 20 menit
  7. Rasakan kulit menjadi sangat ketat
  8. Bilas dengan air hangat dan biarkan kering

Masker putih telur sangat cocok untuk remaja. Masker ini bekerja lebih baik pada kulit berminyak atau kombinasi. Masker putih telur dapat digunakan sekali atau dua kali seminggu.

Selain dijadikan masker, putih telur juga bisa direbus dan kemudian dimakan. Vitamin yang terkandung pada putih telur akan bekerja dari dalam ke luar tubuh, sehingga memancarkan kulit yang sehat.

7 Hal yang Paling Sering Dikhawatirkan Orang


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Beberapa kabar yang beredar di masyarakat kadang menimbulkan kekhawatiran karena diduga bisa merusak kesehatan. Tapi ada beberapa hal yang sebaiknya tak perlu dikhawatirkan lagi.

Seperti dikutip dari Health, Kamis (20/1/2011) ada beberapa mitos yang terbukti tidak benar sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi oleh masyarakat yaitu:

Minum 8 gelas air setiap hari
Pada tahun 1945 dewan makanan dan gizi Amerika Serikat mengungkapkan seseorang harus mengonsumsi 8 gelas air setiap hari, karenanya seseorang mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari di luar makanan dan minuman lainnya.

Air memang bagus untuk tubuh, tapi hal yang benar adalah cairan dari jus, buah, teh atau susu juga bisa mencegah dehidrasi, jadi cairan ini juga perlu diperhatikan.

Makanan segar selalu lebih baik daripada beku
Makanan beku bisa sama baiknya dengan makanan segar, karena buah-buahan dan sayuran umumnya dipanen saat kandungan gizinya berada di puncak lalu dibekukan agar nutrisinya tidak hilang. Zat nutrisi bisa hilang jika terkena panas, tidak mendapat asupan air dan terlihat layu.

Telur bisa meningkatkan kolesterol
Studi baru menemukan bahwa lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan lainnya lebih memungkinkan untuk meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam satu telur kolesterol yang terkandung adalah 213 miligram, sedangkan anjurannya adalah tidak boleh lebih dari 300 miligram. Untuk itu jangan takut mengonsumsi telur karena mengandung protein, vitamin A dan D.

Udara dingin bisa menyebabkan pilek
Udara dingin tidak akan merusak kekebalan tubuh seseorang kecuali ia mengalami hipotermia. Hal yang membuat seseorang terkena flu saat musim dingin adalah pada kondisi ini orang lebih sering berada di dalam rumah sehingga virus cenderung terkurung di ruang tertutup dan mudah menular.

Membaca di tempat redup merusak mata
Hal yang benar adalah membaca di tempat redup bisa membuat mata menjadi tegang, sehingga orang akan menyipitkan mata dan memicu sakit kepala. Umumnya tidak menimbulkan kerusakan permanen. Tapi kondisi ini akan membuat mata kering, sakit dan mengganggu penglihatan.

Kopi benar-benar buruk untuk kesehatan
Kopi berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan yaitu bisa menyebabkan adiksi, menimbulkan rasa takut, jantung berdebar lebih kencang dan tidak teratur.

Tapi jika dikonsumsi secara normal, kopi baik untuk tubuh seperti memberikan antioksidan dan juga membuat orang lebih fokus.

Lipstik bisa membuat sakit
Beberapa lipstik diketahui mengandung timbal, tapi risiko seseorang sakit akibat timbal yang terkandung di dalam lipstik sangat kecil. Bahkan keracunan timbal yang paling sering justru diakibatkan oleh faktor lingkungan lain seperti cat dari rumah tua.

Ciri-ciri Kena Turun Berok


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Turun berok atau dalam istilah medis disebut dengan hernia merupakan kondisi yang tak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan matinya usus. Untuk itu ketahui apa saja ciri-ciri dari turun berok.

Turun berok adalah kondisi keluarnya organ usus dari tempat yang seharusnya. Penjelasan sederhananya adalah usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar maka usus bisa keluar melalui lubang tersebut. Bila terus dibiarkan bisa menimbulkan bahaya karena usus yang melorot ini akan terperangkap atau terjepit hingga mati dan memberikan masalah yang besar.

Pada turun berok yang ringan, usus yang turun bisa masuk lagi ke perut jika dalam posisi tidur. Tapi kalau sudah parah, usus tidak akan bisa masuk lagi ke perut. Sedangkan kalau usus sudah terjepit, maka usus tidak mendapat suplai darah yang akhirnya mati dan membusuk.

Tak hanya laki-laki yang suka mengangkat beban berat saja yang bisa terkena turun berok, perempuan dan anak-anak pun bisa mengalaminya. Sedangkan turun berok yang banyak dialami oleh olahragawan terutama pesepakbola disebut dengan sport hernia.

Seperti dikutip dari eMedicinehealth.com, Kamis (20/1/2011) turun berok akan menimbulkan tonjolan pada dinding perut. Tonjolan akan semakin terlihat ketika otot-otot tersebut mengalami pengetatan sehingga meningkatkan tekanan dalam perut.

Setiap kegiatan yang meningkatkan tekanan di dalam perut bisa memperburuk kondisi hernia. Ciri-ciri yang timbul dari hernia ini bermacam-macam tergantung dari kondisinya, berikut ini ciri-cirinya:
  1. Timbul nyeri di daerah perut bagian bawah
  2. Rasa sakit atau nyeri ini akan sangat terasa ketika ada tekanan di dalam perut seperti saat batuk, mengejan atau mengangkat beban yang berat
  3. Muncul benjolan di daerah selangkangan atau daerah perut, benjolan ini akan meningkat ukurannya ketika berdiri atau tekanan perut meningkat
  4. Pada beberapa kasus timbul tonjolan tanpa disertai dengan rasa sakit yang jika terus dibiarkan bisa membuat hernia masuk ke dalam skrotum
  5. Terkadang muncul rasa sakit yang disertai dengan demam
  6. Jika usus sudah terjebak atau terjepit dalam jangka waktu lama bisa mengalami kerusakan yang ditandai dengan mual dan muntah
  7. Timbul nyeri yang selalu hadir diikuti dengan gejala gangguan pencernaan

Jika tonjolan turun beroknya masih kecil maka ada kemungkinan bisa pulih sendiri, usahakan untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan yang membuat tubuh mengedan misalnya mengangkat beban terlalu berat.

Namun jika hernia semakin membesar sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter apakah perlu dilakukan operasi atau tidak untuk mencegah matinya usus. Operasi yang dilakukan akan membantu mengembalikan usus ke posisi yang sebenarnya

Darah Kambing untuk Obati Cedera


img
(Foto: thinkstock)
Skotlandia, Saat seorang atlet mengalami cedera maka ia harus ditangani dengan baik agar tidak mengganggu karirnya. Seorang atlet sepak bola memilih pengobatan suntik darah kambing untuk menyembuhkan cedera hamstringnya (otot belakang paha).

Seorang pemain bola dari klub St Johnstone Skotlandia, Peter MacDonald menghabiskan musim panasnya di tahun 2009 dengan melakukan terapi suntik darah kambing untuk mengobati cedera hamstring (cedera pada otot bagian belakang paha).

Atlet sepak bola yang berada di posisi penyerang ini yakin semua suntikan darah kambing yang diterimanya bisa menyelamatkan karirnya sebagai pemain sepak bola.

Perawatan ini mungkin terdengar seperti voodoo karena memasukkan darah binatang ke dalam tubuh. Tapi ternyata bukan hanya MacDonald saja yang pernah menjalani perawatan ini, karena beberapa atlet sepakbola lain diketahui pernah melakukannya yaitu Michael Owen, Jurgen Klinsmann dan Arjen Robben.

Perawatan ini diprakarsai oleh seorang dokter Jerman Wilhelm Muller-Wolfhart, yaitu seorang ahli dunia dalam mengobati masalah hamstring yang bekerja di Munich dan telah membantu beberapa nama olahragawan hingga kembali bugar sepenuhnya.

MacDonald telah mengalami masalah jangka panjang dengan hamstringnya. Frustasi inilah yang membuatnya beralih untuk memilih perawatan Muller-Wolfhart dengan keajaiban darah kambing. Pengobatan ini bisa membantu otot sembuh lebih cepat dan bisa kembali digunakan.

"Klub mengirim saya untuk mendapatkan perawatan terbaik dengan dokter Muller-Wolfhart, dokter mengatakan hamstring saya terlalu ketat dan suntikan darah kambing yang diberikan bisa melonggarkannya dengan baik," ujar MacDonald, seperti dikutip dari Dailyrecord.co.uk, Kamis (20/1/2011).

MacDonald mengungkapkan seminggu setelah perawatan ia sudah bisa memulai latihan. Ia pun mendapatkan fisioterapi dan melakukan banyak peregangan selama menjalani masa istirahat.

Selain suntikan darah binatang, dokter untuk tim nasional Jerman ini mengklaim bahwa eksrak dari jambul ayam atau yang disebut Hylart bisa membantu melicinkan (pelumas) cedera lutut dan mengurangi rasa sakit.

Mengemudi 3 Jam Nonstop Efeknya Sama Seperti Mabuk

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sama seperti efek alkohol, rasa letih dapat mengurangi kewaspadaan saat mengemudi. Hanya dalam 3 jam, mengemudi terus menerus tanpa istirahat sudah menyamai efek alkohol dalam kadar maksimal yang diizinkan bagi pengendara yakni 0,08 persen.

Bagi Polisi, mengemudi dalam kondisi letih dan mengantuk lebih mengkhawatirkan dibandingkan dalam pengaruh alkohol. Pasalnya kadar rasa letih sulit diukur dengan akurat, sementara alkohol bisa dengan mudah dideteksi menggunakan alat khusus.

Padahal temuan para peneliti dari Cardiff University menunjukkan, 20 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan karena pengemudinya mengantuk. Selain itu, para peneliti juga mengungkap bahwa 30 persen pengendara sepeda motor mengaku pernah mengemudi dalam kondisi mengantuk.

Untuk membandingkan efek rasa letih dan mengantuk dengan efek alkohol, para peneliti melibatkan 14 relawan pria berusia 21-25 tahun. Para relawan dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing diminta mengemudi tanpa istirahat di bawah pengawasan selama 2 jam, 4 jam dan 8 jam.

Berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan termasuk melanggar marka jalan, para peneliti mendapati bahwa mengemudi selama 2 jam memberikan efek yang sama dengan alkohol pada kadar 50 mL tiap 100mL darah. Kadar tersebut sudah melebihi 50 persen dari batas yang diizinkan di Inggris yakni 80 mL tiap 100 mL darah.

Dalam 3 jam, rasa letih akibat mengemudi memberikan efek setara dengan alkohol dalam kadar maksimal yang diizinkan yakni 80 mL tiap 100 mL darah. Sedangkan setelah mengemudi 4,5 jam, efekya sudah menyamai pengemudi yang mabuk berat dengan kadar alkohol 100 mL tiap 100 mL darah.

"Kadang-kadang rasa letih dan mengantuk bisa diatasi dengan memutar musik atau membuka jendela agar angin bisa masuk. Namun efeknya tidak lama, sehingga sebaiknya dibatasi untuk tidak mengemudi lebih dari 2 jam nonstop," ungkap para peneliti dalam rilisnya seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/1/2011).

Selasa, 18 Januari 2011

Cara Berenang yang Benar dan Sehat


img
(Foto: thinkstock)
<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a9306ad2&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=1364&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a9306ad2' border='0' alt='' /></a> Jakarta, Berenang memang menyehatkan. Tapi, jangan asal berenang karena justru bisa mendatangkan penyakit. Tidak hanya di kolam, berenang di pantai pun tetap memberikan manfaat serupa. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Berenang tidak hanya bisa memberikan manfaat kesehatan secara fisik, seperti melatih ketahanan stamina, kekuatan otot, memperlancar kerja otot jantung, menurunkan berat badan, dan membakar kalori tubuh.

Namun olahraga ini juga juga memberikan manfaat secara emosional, seperti meditasi, mengistirahatkan pikiran, melatih pengaturan waktu, mengembangkan jiwa spotif, dan meningkatkan rasa kepercayaan diri.

Jika ingin mendapatkan hasil optimal dari olahraga ini dan terhindar dari recreational water illnesses (RWIs) maka lakukan cara berenang yang sehat dengan memperhatikan tips berikut, Rabu (19/1/2011):

1. Hindari berenang di pantai setelah hujan deras. Hujan membawa polutan dari jalan, taman, dan pertanian, sebelum masih ke dalam sungai yang bermuara di laut. Karena itu, jumlah bakteri pasti meningkat sehingga berisiko menimbulkan penyakit. Sebaiknya, tunggu selama 1-3 hari sebelum berenang di pantai atau laut.

2. Jangan berenang di air berbau, berwarna, dan tampak aneh, karena merupakan pertanda ada yang tidak beres dengan air tersebut.

3. Ikuti petunjuk dalam papan pengumuman di pantai. Jika ada sesuatu yang kurang aman atau berisiko membahayakan kesehatan, pasti akan ada pengumuman di papan tersebut.

4. Hindari meminum air laut dan kolam, atau membenamkan kepala, jika tidak yakin dengan kualitas airnya, misalnya mengandung bakteri atau alga yang membahayakan kesehatan.

5. Jangan berenang jika memiliki luka terbuka atau infeksi karena bisa menyebar ke air dan orang lain yang berenang di tempat tersebut.

6. Gunakan fasilitas toilet yang sepantasnya. Jangan membilas toilet dengan air sembarangan untuk menghindari risiko penyebaran kuman lewat air tidak bersih untuk membilas toilet. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas di toilet untuk menghentikan persebaran kuman di air kolam atau pantai.

7. Ajak anak untuk buang air di kamar mandi secara teratur, setiap 30-60 menit, sehingga mereka tidak menggunakan sembarang air untuk membersihkan diri. Atau agar anak tidak sembarangan buang air di kolam atau pantai tempat berenang.

8. Jangan memaksakan berenang jika kondisi kesehatan kurang baik, terutama jika mengalami gejala gangguan perut, seperti diare dan mual. Atau, jangan berenang hingga 2 minggu setelah diare. Orang lain akan berisiko tertular bakteri penyakit ini. Ingatlah bahwa bakteri bisa hidup di air kolam hingga berhari-hari.

9.Buang air besar dan sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan buang air besar atau mmbuang bekas popok sekali pakai di dekat tempat orang biasa berenang karena bisa menyebarkan peyakit. Gantilah popok anak di tempat yang sudah disediakan, jangan di dekat tempat berenang agar kuman dari popok yang kotor tidak menyebar ke air kolam atau pantai. Jangan lupa bersihkan anak dengan menggunakan sabun sebelum kembali berenang.

10.Hindari berenang di air yang tenang, tanpa riak, dan hangat, atau di sebelah saluran air terjun, karena merupakan tempat yang paling cocok untuk perkembangbiakan bakteri, alga, dan amuba penyebab meningitis.