Sebuah studi mengatakan bahwa orang yang rutin melakukan olahraga renang, memungkinkan fungsi biologis tubuhnya lebih muda hingga 20 tahun daripada usianya saat ini. Apa penyebabnya?
Ada beberapa jenis olahraga kardiovaskular. Diantaranya berjalan, jogging, lari, sepeda dan renang. Diantara olahraga-olahraga kardiovaskular tersebut, renang adalah olahraga yang paling banyak membakar kalori.
Bagaimana tidak, berenang dengan santai dalam satu jam bisa membakar 500 kalori. Sedangkan jika dilakukan dengan intensif dapat membakar 700 kalori lebih!
Hal ini disebabkan karena air memiliki kepadatan 800 kali lebih berat daripada udara. Jadi, setiap gerakan menendang, mendorong, menarik dan mengayuh yang dilakukan bagaikan latihan resistensi mini untuk seluruh otot inti pada tubuh seperti bahu, lengan, pinggul, paha, bokong bahkan perut.
Selain membakar kalori banyak yang tahu kalau olahraga yang satu ini juga meningkatkan metabolisme tubuh. Pada dasarnya, air dapat menetralisir gravitasi sehingga Anda akan menjadi lebih ringan ketika ingin tenggelam. Hal ini tentunya membuat kerja sendi-sendi tubuh menjadi lebih ringan. Dari manfaat air tersebut, renang menjadi olahraga yang paling minim cedera (selama melakukan pemanasan dengan benar) dibandingkan olahraga kardiovaskular lainnya.
Ada keuntungan lain dari olahraga renang, yakni awet muda. Bagaimana bisa? Sebuah studi mengatakan bahwa orang yang rutin melakukan olahraga renang, fungsi biologis tubuhnya bisa lebih muda hingga 20 tahun daripada usianya saat ini. Selain itu tekanan darah, tingkat kolesterol, kinerja jantung, sistem saraf pusat dan fungsi kognitif otak perenang sebanding dengan seseorang yang jauh lebih muda.
Begitu banyak manfaat olahraga yang satu ini. Meskipun begitu, ada yang perlu Anda perhatikan saat berenang karena olahraga ini tetap memiliki risiko
JAKARTA, KOMPAS.com — Selain motivasi dari diri sendiri, perokok yang mau berhenti juga membutuhkan dukungan lingkungan sekitarnya. Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa Rumah Sakit Persahabatan, dr Tribowo T Ginting, dalam kampanye bebas rokok bertema "Break Free" di Jakarta, Rabu (26/5/2010), setidaknya ada lima hal yang dapat dilakukan dalam mendukung perokok yang ingin berhenti.
1. Bersihkan rumah dari atribut-atribut rokok seperti bungkus rokok, asbak, dan korek. Lalu, ajaklah rekan-rekan sesama perokok untuk tidak merokok di depan perokok yang ingin berhenti.
2. Bersabarlah, khususnya dalam 1-2 minggu pertama. "Kemungkinan akan timbul perselisihan dengan perokok yang sedang berusaha berhenti," kata dr Bowo.
3. Berikan banyak pujian dan penghargaan kepada yang hendak berhenti merokok. "Hargai keputusan mereka yang ingin berhenti, rayakan kalau dalam 1-2 minggu mereka berhasil," tambah dr Bowo.
4. Sediakan waktu untuk mendengarkan curahan hati dan perasaan perokok yang berusaha berhenti.
5. Alihkan perhatian perokok dengan menyibukkan mereka seperti mengajak jalan-jalan atau melakukan aktivitas fisik seperti olahraga pada waktu-waktu biasanya dia merokok. "Permen dapat mengalihkan perhatian perokok saat dia enggak tau mau apa, dia makan permen," tambah dokter spesialis jantung, dr Aulia Sani.
6. Yang terpenting, yakinkanlah perokok bahwa mereka mampu berhenti atau mengurangi kebiasaan mengonsumsi nikotin.