Kamis, 19 Agustus 2010

Kebiasaan buruk yang merusak Otak

1. Tidak Mau Sarapan
Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.
3. Merokok
Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).
4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.
5. Polusi Udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.
6. Kurang Tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.
7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.
8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.
10. Jarang Bicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.

Selasa, 27 Juli 2010

Seperti Apa Posisi Tidur yang Sehat

Kebanyakan orang tidak mengubah posisi tidurnya karena sudah menjadi kebiasaan. Tapi terkadang orang merasa lelah, badan sakit atau capek ketika bangun tidur. Salah satu penyebabnya adalah posisi tidur yang tidak pas. Ketahui posisi tidur yang sehat untuk tubuh.

Posisi tidur tertentu memang diketahui lebih sehat daripada yang lain. Selain itu perubahan cara berbaring di tempat tidur juga turut berperan memberikan tubuh yang sakit ketika bangun di pagi hari.

Dikutip dari BBCNews, Selasa (27/7/2010) Profesor Chris Idzikowski, direktur dari Sleep Assessment and Advisory Service menuturkan ada beberapa posisi tidur, yaitu:

1. Posisi Janin
Yaitu meringkuk seperti posisi janin di dalam rahim. Posisi ini menggambarkan orang yang tangguh di luar tapi memiliki hati yang sensitif, biasanya akan malu-malu ketika baru pertama kali bertemu seseorang tapi cepat menjadi rileks.







2. Posisi Log
Yaitu berbaring di sisi dengan kedua lengan lurus di samping sisi. Posisi ini menggambarkan seseorang yang mudah bersosialisasi dan menjadi bagian dalam kerumunan orang, tapi gampang percaya dengan orang asing sehingga mudah tertipu.







3. Posisi Yearner
Yaitu berbaring ke salah satu sisi dengan kedua tangan terbuka ke depan. Posisi ini menggambarkan seseorang memiliki sifat terbuka, tapi bisa menjadi orang yang curiga dan sinis. Selain itu pada umumnya lambat mengambil keputusan, tapi tidak pernah mengubah keputusan yang sudah dibuatnya.







4. Posisi Tentara
Yaitu berbaring dengan punggung atau terlentang dengan kedua lengan menempel di sisi. Posisi ini menggambarkan seseorang yang pendiam dan tenang, tidak suka keributan, bisa mengatur dirinya sendiri dan memiliki standar yang tinggi.







5. Posisi Terjun Bebas
Yaitu badan tertelungkup dengan posisi tangan berada di sekitar bantal dan kepala berpaling ke satu sisi. Posisi ini menggambarkan orang yang suka bergaul, ceroboh, berani, tidak suka kritik atau situasi yang ekstrim.







6. Posisi Bintang Laut
Yaitu berbaring dengan punggung (terlentang) dengan kedua tangan berada di sekitar bantal. Posisi ini menggambarkan seseorang yang selalu siap mendengarkan orang lain, suka menawarkan bantuan tapi tidak suka menjadi pusat perhatian.







Selain itu Profesor Idzikowski juga memeriksa berbagai pengaruh posisi tidur terhadap kesehatan orang tersebut.

Diungkapkan bahwa posisi tidur yang sehat adalah posisi janin, karena dapat menjaga ketegangan dari tulang punggung sehingga seseorang akan bangun di pagi hari dengan lebih nyaman.

Sementara itu posisi bintang laut dan tentara cenderung menyebabkan orang tidur mendengkur dan mendapatkan tidur malam yang buruk.

"Kedua posisi tubuh tersebut memang belum tentu membuat seseorang terbangun, tapi bisa menyebabkan seseorang tidak akan segar saat bangun di pagi harinya dan terkadang menimbulkan sakit," ungkapnya.

Selain posisi tidur ada juga hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang, yaitu tempat tidur yang digunakan dan juga suhu di kamar tidur. Karena suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin akan mengganggu waktu tidur seseorang. Memiliki kualitas tidur yang baik akan sangat mempengaruhi produktivitas seseorang.

Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa kebanyakan orang tidak mengubah posisi tidurnya dan hanya sekitar 5 persen responden saja yang memiliki posisi tidur berbeda-beda setiap malamnya.

Agar Postur Tubuh Anak Tidak Bungkuk

Beberapa anak punya postur tubuh membungkuk dengan berbagai alasan. Namun jika kondisi ini dibiarkan terus menerus akan membuat postur tubuhnya bermasalah suatu saat nanti. Karena itu bantulah anak memperbaiki postur tubuhnya.

Postur tubuh anak yang membungkuk biasanya disebabkan karena anak lebih sering duduk dengan posisi malas atau merasa malu dengan adanya perubahan di dalam tubuhnya.

Kondisi ini tentu saja tidak bisa dikesampingkan, karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu orangtua harus memeriksa lingkungan sekitar anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan fasilitas yang mendukung untuk menciptakan postur tubuh yang tepat.

Seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (27/7/2010) ada beberapa hal yang bisa diperhatikan oleh orangtua untuk membantu memperbaikin postur tubuh anaknya, yaitu:

Periksa postur skoliosis anak
Skoliosis adalah salah satu kondisi medis yang serius. Postur tubuh yang baik adalah jika didukung oleh tiga kurva tulang belakang yang normal. Namun jika orangtua menemukan anaknya memiliki satu sisi bahu yang lebih tinggi atau melihat pakaian anak tidak tampak rata, maka ada kemungkinan terjadi gangguan dengan tulangnya.

Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang terjadi dari sisi ke sisi dan berbeda dengan kelengkungan normal, serta berlangsung dari depan ke belakang. Kondisi ini bisa diperbaiki tanpa melalui operasi jika kelengkungannya masih dalam derajat yang kecil.

Periksa berapa beban yang diterima anak saat menggunakan tas punggung
Menggunakan tas ransel yang berat bisa menyebabkan kerusakan pada beberapa tulang belakang. Pierre dHemecourt, seorang dokter olahraga anak dari Boston Children's Hospital menuturkan anak yang secara teratur membawa beban berat akan cenderung membuat badannya membungkuk.

Hal ini akan mempengaruhi tulang belakang bagian atas dan juga memiringkan kepala. Selain itu juga bisa menyebabkan patah tulang karena stres serta kelengkungan tulang belakang yang tidak normal.

Periksa meja yang digunakan oleh anak

Sebuah kursi harus memiliki tinggi yang tepat sehingga anak bisa duduk dengan tegak, lutut membentuk sudut 90 derajat dan kaki mendatar di lantai. Meja yang digunakan juga harus pas sehingga anak tidak perlu membungkuk saat membaca.

Ajaklah anak untuk membicarakan perubahan tubuhnya
Anak perempuan biasanya lebih sering menyembunyikan perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya, hal ini bisa berakibat jangka panjang seperti timbul sakit pada leher.

Pastikan anak untuk bergerak atau mendapatkan aktivitas fisik
Olahraga seperti berenang bisa menyediakan semua latihan tubuh bagian atas yang dapat membantu mengembangkan otot tanpa merusak sendi. Selain itu menari juga bisa memberikan keselarasan tubuh dan postur yang baik.

Cobalah untuk melakukan beberapa latihan di rumah
Ada beberapa latihan yang bisa dilakukan, misalnya dengan melihat berapa lama anak bisa berjalan dengan postur yang baik ketika berusaha menyeimbangkan buku di atas kepalanya.

Kepala anak diharuskan untuk agak terangkat, bahu ke belakang dan perut dalam posisi yang benar. Selain itu ingatkan anak untuk duduk dengan posisi yang benar jika sudah terlihat anak membungkuk.

Jangan Saling Meminjam Gunting Kuku

Kebiasaan meminjamkan gunting kuku atau pisau cukur bisa berarti bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan karena rawannya penularan hepatitis B,C dan D. Mulailah punya barang-barang pribadi sendiri dan jangan saling meminjam.

Hepatitis atau kadang-kadang disebut dengan penyakit kuning merupakan peradangan hati (liver) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, penyakit ini gampang menular jika seseorang meminjamkan barang-barang pribadinya.

Gunting kuku misalnya, ketika terluka saat menggunting kuku atau yang meminjam terluka maka akan terjadi perpindahan darah yang terinfeksi. Jika salah satu punya bakat hepatitis bukan tak mungkin menularkan ke lainnya.

Ada lima tipe hepatitis yang umum, yakni A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga relatif tidak berbahaya.

Sedangkan hepatitis B, C dan D umumnya ditularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya seperti semen (cairan pembawa sperma). Hepatitis tipe ini sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan penyakit hati menahun termasuk sirosis (pengerasan hati), gagal hati, kanker hati dan kamatian.

"Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) maupun Hepatitis C Virus (HCV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, tidak terkecuali Indonesia," ujar Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario's Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Lebih dari 350 juta orang di dunia telah menjadi pengidap kronik HBV dan 180 juta pengidap HCV. Secara perbandingab, dari 12 orang penduduk dunia, ada 1 orang yang menderita hepatitis.

Bahkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Hepadnaviridae atau Hepatitis B Virus (HBV). HBV dapat menyerang hati dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis (terbentuk jaringan parut pada hati) jika infeksi HBV terjadi dalam waktu lama (kronis).

Sedangkan hepatitis C adalah penyakit hati akibat infeksi Hepatitis C Virus (HCV) dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C. Dan menurut Dr Unggul, di Indonesia belum ditemukan kasus infeksi hepatitis D.

Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva. Penularan ini dapat terjadi melalui:


  1. Hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau C
  2. Kontak dengan darah dari penderita hepatitis B atau C misalnya jarum suntik (pecandu narkoba), alat pencukur, sikat gigi, pakaian yang terkena darah, alat akupuntur, alat manikur dan gunting kuku, alat tato atau body piercing (tindik) yang tidak steril, bahkan pada saat berkelahi (jika terdapat luka terbuka pada kedua pihak).

Tapi tidak perlu khawatir, hepatitis B dan C tidak ditularkan melalui bersin, batuk, pelukan, atau pegangan tangan.

Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C, yaitu:

  1. Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lainnya, tato, akupuntur maupun elektrodialisis.
  2. Hindari penggunaan bersama/bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
  3. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
  4. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ, transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks tidak aman dan lainnya.

Hepatitis B 100 Kali Lebih Menular dari HIV

Penularan virus HIV sudah sangat meresahkan bagi WHO, dunia kedokteran dan masyarakat dunia. Tetapi ternyata virus hepatitis B lebih cepat menular bahkan hingga 100 kali lipat dari penularan virus HIV. Ini membuat WHO menjadikan kasus hepatitis sebagai salah satu agenda penyakit prioritas.

Tanpa disadari, 2 miliar orang di dunia pernah terinfeksi hepatitis B, yang artinya sepertiga dari penduduk dunia pernah terekspos virus Hepadnaviridae, yaitu virus penyebab hepatitis B atau disebut juga Hepatitis B Virus (HBV).

Dari 2 miliar tersebut, lebih dari 350 juta penderita menjadi penyakit kronik (menahun) dan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

"Di Indonesia, penderita hepatitis B dan C jauh lebih besar dari penderita HIV AIDS," tutur Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario's Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Penderita hapatitis B kronik dapat terlihat 'sehat', namun bila tidak mendapat pengobatan berpotensi mengalami pengerasan hati (sirosis), kanker hati dan gagal hati yang berujung pada kematian.

"Hal ini karena sebagian besar orang yang terinfeksi HBV, yaitu 70 persen, tidak menunjukkan gejala apapun. Dan hanya 30 persen saja yang menunjukkan gejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terinfeksi HBV," jelas Prof Dr Ali Sulaiman, PhD, Sp.PD, KGEH, FACG, Pokja Hepatitis.

Virus hepatitis B sangat mudah menular, bahkan 100 kali lebih mudah dibandingkan virus HIV dan virus ini dapat bertahan hidup selama 1 minggu hingga berbulan-bulan di luar tubuh, serta alat-alat medis dan alat pemeriksaan gigi.

Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh manusia, yaitu:
1. Dari ibu penderita hapatitis B kepada bayinya saat dalam kandungan atau dilahirkan
2. Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B tanpa pengaman
3. Melalui suntikan atau transfusi darah yang tercemar virus hepatitis B, seperti:
- Pengguna narkoba suntik
- Pengguna alat kesehatan (jarum, pisau, gunting) yang tidak disterilkan sempurna
- Tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang tidak steril

Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis B memang tidak menunjukkan gejala apapun, tapi gejala-gejala umum yang tampak pada sebagian kecil penderita hepatitis B adalah sebagai berikut:

Hepatitis B akut (terinfeksi kurang dari 6 bulan)

  1. Mual, muntah, nafsu makan turun dan panas
  2. Warna air seni coklat seperti teh
  3. Bagian putih mata tampak kuning
  4. Kulit seluruh tubuh tampak kuning
  5. Warna tinja kuning

Hepatitis B kronik (lebih dari 6 bulan atau menahun)
Sebagian besar tanpa gejala nyata. Tapi keluhan umum seperti lemas, lekas capek, ngantuk, gangguan pencernaan, kembung, mual dan kurang nafsu makan.

Penyebab Perut Sakit Saat Berlari

Sakit perut mendadak saat berlari pasti banyak yang pernah mengalaminya. Sakit perut ini membuat seseorang harus memperlambat kecepatannya atau bahkan berhenti berlari. Apa yang membuat perut sakit saat berlari?

Alasan yang paling jelas dari masalah ini adalah adanya ketidakseimbangan dalam pola makan atau sistem pencernaannya. Akibatnya akan timbul rasa tidaknyaman dan sakit pada perut.

Dikutip dari Runningtimes, Selasa (27/7/2010) beberapa kondisi bisa memicu timbulnya rasa sakit, yaitu akibat kram perut, tubuh mengalami kekurangan air (dehidrasi) pada saat lari, tidak memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat setelah makan, seseorang tidak memiliki stamina yang optimal saat berlari dan seseorang berlari terlalu cepat atau mengeluarkan tenaga yang besar pada saat awal.

Namun penyebab dari rasa sakit ini bermacam-macam, yaitu:

Tubuh kekurangan pasokan oksigen
Para ahli menuturkan kondisi tersebeut terjadi karena pasokan oksigen di dalam tubuh telah berkurang, sehingga sakit perut yang timbul sebagai akibat langsung dari napas yang berat secara intens.

Sakit ini terjadi pada dinding otot perut dan bisa menjalar ke tempat yang lain. Untuk mencegah kondisi ini, maka seseorang harus mengetahui cara mengontrol teknik bernapas.

Kekurangan cairan tubuh
Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari saat tubuh sedang berkeringat. Karenanya untuk menghindari kondisi ini pastikan untuk mengonsumsi air yang cukup.

Terjadinya kram perut
Kondisi kram perut terjadi jika tubuh kurang pemanasan atau berlari saat perut sedang dalam keadaan kenyang. Hindari kondisi ini dengan melakukan pemanasan yang cukup dan tidak berlari setelah mengonsumsi makanan berat.

Adanya masalah pada usus besar atau kandung kemih
Bila organ di dalam tubuh seperti usus besar, kandung kemih atau otot panggul mengalami gangguan, maka hal ini akan berdampak dengan timbulnya rasa sakit di perut.

Untuk itu hindari berlari terlalu cepat atau terlalu keras pada saat awal berlari, serta usahakan untuk memperlambat larinya jika tubuh mulai merasakan sakit.

Senin, 26 Juli 2010

Belekan alias Sakit Mata

Pernah mengalami belekan? Atau istilah sok kerennya konjungtivitas. Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Anak kecil hingga orang tua bisa terkena penyakit ini. Belekan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata.
Penyakit ini sangat menular, media penularannya biasanya melalui benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, seperti kacamata, handuk, sapu tangan, dll. Bahkan penularannya juga bisa melalui jari tangan, apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan, sehingga tangannya tercemar virus. Sehingga tidak mengherankan, apabila ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka anggota keluarga yang lain akan sangat mudah tertular.
Si penderita untuk sementara harus berhenti beraktivitas, seperti sekolah dan bekerja. Karena virus ini dapat bertebaran di udara dan bisa hingga di mana saja, dan kondisi lingkungan yang berdebu dan berpolusi dapat memperparah penyakit dan bisa membahayakan orang di sekitarnya.
Belekan merupakan radang konjungtiva,sisi dalam kedua kelopak mata yang menutupi sisi putih pada mata.
Ada beberapa penyebab belekan :
  1. Reaksi alergis terhadap debu, spora jamur, ketombe, atau kontak langsung dengan air or kosmetik yang mengandung zat klorine.
  2. Belekan karena bacterial, dicirikan dengan kotoran yang berwarna kekuningan agak mirip seperti isi jerawat pokoknya yaa gitu dech!! Hehehe, untuk masalah seperti ini bisa sedikit kita atasi kompres dengan air hangat tambahkan minyak anti biotik pada air hangatnya, atau obat tetes untuk bakteri, karena banyaknya jenis bakreri yang ada maka untuk lebih enaknya dapat langsung bertanya kepada dokter, jika diatasi dengan teratur belekan jenis ini dapat hilang dalam waktu 2 – 3 hari
  3. Konjungtif viral (belekan viral) ini terjadi akibat komplikasi flu dan pilek hal ini sedikit menghasilkan kotoran hitam, tapi lebih banyak keluar air di banding konjungtif bakteri sehingga jika bangun tidur mata akan sangat rapat dan sulit untuk terbuka, hal ini biasanya terjadi jika antibiotika tidak bekerja sepenuhnya, maka diperlukan 2 – 3 minggu untuk menghilangkan belekan ini.
Ada beberapa tips untuk menghilangkan belekan :
Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.
Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 - 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.
Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.
Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.
  1. Jangan menyentuk mata dengan jari, karena banyak kuman yang menenpel pada jari tangan, jika terjadi gatal gunakan kain lembtu untuk mengusapnya.
  2. Dengan mata terpejam basuhlah kelopak mata dengan air hangat, INGAT!!! Air hangat bukan air panas jika terlalu panas justru akan menyebabkan iritasi, hal ini untuk melunakan dempetan mata dan menghilangkan kotoran sisa belekan yang masih menempel pada kelopak mata usapkan 3 – 4 kali sehari setidaknya 5 mnt.
  3. Gunakan obat tetes untuk mengurangi iritasi dan rasa gatal pada mata
  4. Untuk yang agak ganjen hindari pemakaian tata rias di daerah mata sampai infeksi bisa benar- benar bia dihilangkan
  5. Jangan dulu menggunakan kontak lens jika masih infeksi
  6. Seringlah mencuci tangan karena secara tidak sadar per hari kita menyentuh daerah mata sekitar +10x
  7. Jika dalam 2 – 3 hari mata semakin tidak nyaman dan sensitive terhadap cahaya, cobalah untuk istirahatkan mata anda (maksudnya tidurlah yang cukup) min 6 jam, jika masih kedokter dunks!!!
  8. Atau coba cara yg tradisional. Ambil daun sirih segar 4 lembar direbus, setelah dingin gunakan untuk kompres mata yg sakit.
Pencegahan
Virus penyakit ini biasanya ada di tempat-tempat yang kumuh, seperti percikan air banjir. Hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal. Dan hindari juga kontak langsung dengan si penderita.
Biasakan hidup sehat dan bersih. Ingat..! Mencegah lebih baik daripada mengobati.